Pasar Malam Sekaten Ditiadakan, Ini Alasan Keraton Yogyakarta

Suara Joglo

Jum'at, 22 September 2023 | 17:51 WIB
Pasar Malam Sekaten Ditiadakan, Ini Alasan Keraton Yogyakarta
pasar malam sekaten ([suara.com])

Keraton Yogyakarta akan kembali menggelar Hajad Dalem Sekaten. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian Sekaten digelar selama sepekan mulai Kamis (21/09/2023) hingga Kamis (28/09/2023) mendatang.

Dalam perayaan Sekaten kali ini, aktivitas Pasar Malam kembali ditiadakan. Sehingga masyarakat tidak akan lagi bisa menikmati hiburan Pasar Malam.

"Memang tidak ada pasar malam lagi dalam sekaten," ujar Tepas Tanda Yekti Keraton Yogyakarta, KMT Tirtawijaya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (22/09/2023).

Menurut Tirtawijaya, Sekaten dan Pasar Malam adalah dua hal yang berbeda. Dalam sejarahnya, Keraton menggelar Sekaten untuk melakukan syiar Agama Islam melalui kegiatan kebudayaan.

Namun pada masa penjajahan Belanda, Pasar Malam digelar untuk memecah konsentrasi syiar Islam yang dilakukan Keraton saat Sekaten. Karenanya untuk mengembalikan fungsi Sekaten, maka Pasar Malam saat ini ditiadakan.

Karenanya Keraton mencoba mengembalikan makna Garegeb yang identik dengan Sekaten seperti masa lampau. Fokus Sekaten digelar untuk syiar agama Islam melalui budaya alih-alih hiburan  Pasar Malam.

"Keraton sedang berusaha mengembalikan ruh sekaten bagaimana melakukan syiar agama melalui budaya," ujarnya.

Selain meniadakan Pasar Malam, Keraton juga melarang penggunaan drone selama Sekaten. Keraton pun memberlakukan no fly zone di kawasan Kraton Yogyakarta.

Masyarakat dilarang untuk menerbangkan drone dan sejenisnya pada jarak 0-150 meter dari permukaan tanah. Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran seluruh prosesi, sekaligus memberikan penghormatan terhadap jalannya Hajad Dalem dan ubarampe yang dibagikan sebagai perlambang sedekah raja.

baca juga

"Kalau ada yang nekat [menerbangkan drone] nanti akan diturunkan. Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak," ujarnya.

Sementara Penghageng Tepas Keprajuritan Kraton Yogyakarta KRT Wiraningrat, mengungkapkan Sekaten dimulai dengan dikeluarkannya sepasang Gamelan Sekati yakni Kanjeng Kiai (KK) Gunturmadu dan KK Nagawilaga dari dalam kraton yang disebut miyos gongso. Kedua gamelan ini diletakkan di Pagongan Masjid Gedhe dan akan ditabuh selama kurun waktu tersebut.

Kemudian pada 28 September 2023 mendatang dilaksanakan Garebeg Maulud dengan iring-iringan bregada prajurit dan tujuh gunungan. Dua gajah pun akan mengiringi gunungan.

"Di Masjid Gedhe, setelah didoakan, akan ada dua buah gunungan yang dibawa menuju Pura Pakualaman dan kompleks Kepatihan," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Hanya Sisi Dalam, Pemda DIY Pastikan Revitalisasi Sisi Luar Beteng Keraton Menyusul

Tak Hanya Sisi Dalam, Pemda DIY Pastikan Revitalisasi Sisi Luar Beteng Keraton Menyusul

Jogja | Rabu, 13 September 2023 | 19:05 WIB

Keraton Yogyakarta Revitalisasi Beteng Wetan, Puluhan Rumah Warga Dibongkar

Keraton Yogyakarta Revitalisasi Beteng Wetan, Puluhan Rumah Warga Dibongkar

Jogja | Rabu, 13 September 2023 | 15:55 WIB

Lokasi Kumuh Bekas Lahan Pasar Malam dekat Stadion Pakansari Bogor Berubah Jadi Hutan Kota

Lokasi Kumuh Bekas Lahan Pasar Malam dekat Stadion Pakansari Bogor Berubah Jadi Hutan Kota

Bogor | Minggu, 06 Agustus 2023 | 08:44 WIB

Terkini

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:10 WIB

Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas

Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas

Jatim | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:07 WIB

Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat

Kekayaan Alam Diekspor, Tagihannya Dipulangkan kepada Rakyat

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:00 WIB

Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan

Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:50 WIB

Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif

Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif

Entertainment | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:49 WIB

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt

Jawa Tengah | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:37 WIB

The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust

The Diary of a Young Girl: Catatan Anne Frank yang Menjadi Saksi Kelam Holocaust

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:30 WIB

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:29 WIB

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:18 WIB

Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor

Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor

Surakarta | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:13 WIB

×