Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil

Liberty Jemadu, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 27 Mei 2026 | 16:10 WIB
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
Pelaku industri otomotif menghindari kenaikan harga kendaraan agar tidak menurunkan daya beli konsumen di tengah pelemahan rupiah. [Antara]
baca 10 detik
  • Gaikindo optimistis industri otomotif nasional tetap positif sepanjang 2026 berdasarkan data penjualan kendaraan hingga April lalu.
  • GIIAS 2026 pada Juli mendatang diharapkan mampu mendorong minat beli masyarakat terhadap berbagai produk kendaraan baru.
  • Pelaku industri otomotif menghindari kenaikan harga kendaraan agar tidak menurunkan daya beli konsumen di tengah pelemahan rupiah.

Suara.com - Di tengah nilai tukar rupiah yang melemah dan berbagai tantangan ekonomi yang terjadi belakangan ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tetap optimistis industri otomotif nasional mampu menjaga tren positif sepanjang 2026.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, capaian penjualan kendaraan hingga April 2026 dinilai masih lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu. Karenanya kenaikan harga dikhawatirkan akan mengganggu momentum yang baik ini.

“Kita optimistis. Kalau kita lihat dari capaian sampai bulan April kan masih positif dan itu yang harus kita jaga momentumnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, momentum tersebut penting dijaga agar masyarakat tetap memiliki kepercayaan diri untuk melakukan pembelian kendaraan sekaligus menjaga perputaran industri otomotif nasional.

Optimisme itu diharapkan berlanjut melalui penyelenggaraan pameran otomotif GIIAS 2026 yang akan digelar pada Juli mendatang. Kukuh berharap ajang tersebut dapat kembali mendorong minat beli masyarakat lewat hadirnya berbagai produk dan model baru.

Meski begitu, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi kenaikan harga kendaraan menjelang pameran otomotif tersebut.

Menanggapi hal itu, Kukuh menilai pelaku industri otomotif tidak akan gegabah langsung menaikkan harga kendaraan hanya karena fluktuasi nilai tukar dalam jangka pendek.

“Pelaku industri otomotif nggak segampang itu untuk menaikkan harga. Karena kalau terlalu gegabah, yang terjadi malah sebaliknya. Orang jadi nahan beli,” katanya.

Ia menjelaskan, ketika konsumen mulai menahan pembelian, dampaknya bisa meluas ke rantai industri otomotif secara keseluruhan.

baca juga

“Begitu konsumen nahan beli, efeknya panjang. Ada stok barang jadi, stok yang belum jadi, komponen, sampai raw material,” lanjutnya.

Karena itu, Gaikindo berharap optimisme terhadap industri otomotif nasional tetap terjaga agar pasar kendaraan domestik dapat terus bergerak positif sepanjang tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Guncang, Bunga Melejit: Siap-Siap Dompet Masuk UGD

Rupiah Guncang, Bunga Melejit: Siap-Siap Dompet Masuk UGD

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 14:19 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Terkini

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian

Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?

Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo

Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:27 WIB

Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat

Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat

Opini | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:27 WIB

20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya

20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Lagi Kurang Fit, Mahalini Tetap Tampil Totalitas di Bangor Fest Vol 4 Bawakan 8 Lagu Hits

Lagi Kurang Fit, Mahalini Tetap Tampil Totalitas di Bangor Fest Vol 4 Bawakan 8 Lagu Hits

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:24 WIB

Memaknai Kemerdekaan di Dunia Kerja: Mengapa Gen Z Lebih Memilih 'Work-Life Balance'?

Memaknai Kemerdekaan di Dunia Kerja: Mengapa Gen Z Lebih Memilih 'Work-Life Balance'?

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Dari Posyandu ke Pariwisata: Bagaimana Kesehatan Jadi Pondasi Desa Wisata Les Buleleng

Dari Posyandu ke Pariwisata: Bagaimana Kesehatan Jadi Pondasi Desa Wisata Les Buleleng

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:13 WIB

×