Golkar Masih Keukeuh di KIB, PKS Rayu Pakai Pantun, Mempankah?

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 07 Februari 2023 | 19:29 WIB
Golkar Masih Keukeuh di KIB, PKS Rayu Pakai Pantun, Mempankah?
Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyampaikan pernyataan kepada awak media usai bertemu dengan Elite Partai Golkar pada Selasa (7/2/2023). [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja mengunjungi Kantor DPP Partai Golkar untuk melakukan pertemuan, Selasa (7/2/2023) sore. PKS dalam kunjungannya coba-coba merayu Golkar dengan pantun untuk bisa gabung ke Koalisi Perubahan.

Sekjen DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi, usai pertemuan, meminta doa agar pelaksanaan Pemilu 2024 bisa berjalan baik dan bisa menghasilkan pemimpin yang baik. Ia lantas menyampaikan pantun untuk Golkar.

"Satu pantun mungkin menarik kita sampaikan, supaya tidak terlalu tegang," kata Aboe di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (7/2/2023).

Pantun pertama yang disampaikan Aboe tersebut mempertanyakan soal arah politik Golkar terkait koalisi Pilpres 2024.

"Jalan-jalan ke Pulau Bima/Mampir Taliwang makan ayam bakar/Sekarang kami datang bersama/Hendak bertanya ke arah mana gerangan Partai Golkar?" bunyi pantun pertama.

Kemudian, Aboe melempar pantun keduanya. Kali ini isi pantunya lebih bersifat ajakan agar Golkar merapat ke Koalisi Perubahan yang digagas NasDem, PKS dan Demokrat.

"Putri Melayu membawa nampan/Nampan berisi bunga hiasan/Jika belum tentukan pilihan/Ayo bergabung untuk perubahan," kata Aboe.

"Indonesia Tanah Pusaka/Sungguh indah mata terpesona/Lebih utama sistem terbuka/Demokrasi sehat lebih bermakna," sambungnya.

Aboe kemudian menyampaikan terima kasihnya, atas pemyambutan Golkar terhadap PKS sore ini.

baca juga

"Kita diterima oleh pimpiman Golkar, begitu indah suasana, akrab. Dan yang paling penting pisang gorengnya yang enak," katanya.

Pembicaraan Normatif

Sebelumnya, pertemuan kedua partai tersebut hanya membahas terkait hal normatif yakni, soal kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pertemuan tadi itu berisi bagaimana kita membicarakan tentang pematangan kehidupan berbangsa dan bernegara kita sebagai bangsa yang besar. Tentu salah satunya mengenai perspektif Konsolidasi demokrasi kita," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam konferensi persnya usai pertemuan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Menurutnya, kedua partai politik sudah melalui sejumlah pemilu. Sehingga atas dasar itu pelaksanaan pertumbuhan demokrasi harus dipastikan berjalan dengan baik.

"Kita sama-sama mengetahui kita sudah sedang melaksanakan tahapan pemilu insyaAllah tidak lebih 370-an hari lagi kita sudah sampai pada 14 Februari 2024. Dan tentu kita sama-sama sudah mempersiapkan diri," tuturnya.

"Nah, walaupun pemilu itu adalah kontestasi partai politik. Tadi kami sepakat sebagai pimpinan partai politik, kita punya kewajiban untuk menjaga kondusifitas kebangsaan kita agar semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemilu," sambungnya.

Kemudian hal yang dibahas dalam pertemuan juga, kata Doli, bagaimana penguatan partai politik. Menurutnya, kedua partai saling menghargai posisi politik masing-masing.

"Partai Golkar tentu terbuka berdialog dengan siapa aja, tidak melihat posisi politik di dalam perjalanan satu di dalam atau di luar pemerintahan . Bagaimana kita bicara mengenai kepentingan bangsa dan negara," tuturnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, bahwa pihaknya diterima dengan hangat dalam kunjungannya ke Golkar.

"Kami bisa diterima dengan suasana yang rileks, obrolan kita juga santai, yang tidak lain dan tidak bukan adalah kami buat silaturahmi kebangsaan yang berlanjut," kata Aboe.

Menurutnya, kedua partai dalam pembicaraan pertemuan telah sama-sama sepakat untuk menjaga kondusifitas hadapi Pemilu 2024.

"Itu saja sebenarnya inti dari dialog-dialog kita yang panjang, sambil menyelerasakan, menyesuaikan informasi perkembangan-perkembangan yang ada," tuturnya.

"Semoga pertemuan ini mendapat rahmat dan berkah dari Allah swt, doakan kami bisa berkontestasi dengan baik dan menemukan pemimpin yang terbaik untuk Indonesia ke depan, Insyaallah," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Normatif, Pertemuan Golkar-PKS Cuma Bahas Soal Pematangan Kehidupan Berbangsa-Bernegara

Normatif, Pertemuan Golkar-PKS Cuma Bahas Soal Pematangan Kehidupan Berbangsa-Bernegara

Kotak Suara | Selasa, 07 Februari 2023 | 19:16 WIB

Elite Partainya ke Kantor Golkar Ajak Gabung Koalisi Perubahan, Sekjen PKS: Kita Bahagia Kalau Ada yang Mau Terlibat

Elite Partainya ke Kantor Golkar Ajak Gabung Koalisi Perubahan, Sekjen PKS: Kita Bahagia Kalau Ada yang Mau Terlibat

Kotak Suara | Selasa, 07 Februari 2023 | 17:31 WIB

PKB Ingin Bertemu Golkar, Gerindra: Silakan Cari Peluang untuk Partai Lain Bergabung

PKB Ingin Bertemu Golkar, Gerindra: Silakan Cari Peluang untuk Partai Lain Bergabung

Kotak Suara | Selasa, 07 Februari 2023 | 12:33 WIB

Terkini

Negeri Kabut dan Pesta Imajinasi Seno Gumira Ajidarma

Negeri Kabut dan Pesta Imajinasi Seno Gumira Ajidarma

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 18:00 WIB

Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu

Risiko Bisnis Makin Rumit, Tata Kelola Jadi Penentu

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:59 WIB

Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun

Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG

Raih Golden Trophy, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko Berbasis ESG

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru

Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 17:56 WIB

Tepis Isu Suap Jaksa Agung, Kejagung Pastikan BAP Rp40 Miliar Tan Kian Bukan dari Tim 9

Tepis Isu Suap Jaksa Agung, Kejagung Pastikan BAP Rp40 Miliar Tan Kian Bukan dari Tim 9

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:56 WIB

Tak Hanya untuk Masakan, Daun Pandan Dikembangkan Jadi Bahan Sampo Alami

Tak Hanya untuk Masakan, Daun Pandan Dikembangkan Jadi Bahan Sampo Alami

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 17:55 WIB

TWS Mulai Jadi Asisten Harian, OPPO Enco Buds3s Bawa AI Penerjemah hingga Gaming 47ms

TWS Mulai Jadi Asisten Harian, OPPO Enco Buds3s Bawa AI Penerjemah hingga Gaming 47ms

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 17:53 WIB

Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Amankan Bahan Baku Pupuk, Ada Ancaman dari Geopolitik

Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Amankan Bahan Baku Pupuk, Ada Ancaman dari Geopolitik

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:50 WIB

×