Jejak Seruan Penundaan Pemilu 2024: Ada Orang Istana, Ketum Parpol, Kini PN Jakarta Pusat

Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 05 Maret 2023 | 09:28 WIB
Jejak Seruan Penundaan Pemilu 2024: Ada Orang Istana, Ketum Parpol, Kini PN Jakarta Pusat
Ilustrasi Pemilu 2024 (djkn.kemenkeu.go.id)

Suara.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) hingga kini masih terus disorot usai ketiga hakimnya menyetujui penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Adapun putusan ini merupakan hasil dari gugatan Partai Prima kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, jika menilik ke belakang, seruan akan wacana penundaan Pemilu 2024 ini sebelumnya juga pernah diserukan oleh sejumlah pihak. Berikut jejak lengkapnya, mulai dari para ketua umum parpol hingga yang terbaru PN Jakarta Pusat.

1. Plt Ketum PPP

Seruan penundaan Pemilu 2024 pernah digaungkan oleh sejumlah pihak. Di antaranya dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP Muhammad Mardiono. Dikatakannya, masyarakat tidak terlalu antusias dengan Pemilu 2024 karena mereka lebih peduli terhadap pemulihan ekonomi.

Mardiono kemudian mengingatkan, Indonesia saat ini masih berada pada tahap pemulihan pasca pandemi Covid-19. Untuk itu, ia berpendapat bahwa pelaksanaan pemilu diusahakan tidak sampai merusak proses melepas trauma tersebut.

“Antusiasme masyarakat menanggapi pemilu itu saya lihat tidak begitu tinggi. Jangan sampai tahun politik ini mengganggu pada situasi masyarakat atau rakyat yang masih trauma itu,” kata Mardiono pada Sabtu (4/2/2023).

2. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan juga kerap mendukung penundaan Pemilu 2024. Hal ini terungkap melalui video wawancara, di mana ia mengklaim memiliki big data yang berisi soal wacana tersebut.

Data itu disebutnya berisi tentang wacana penundaan pemilu yang didukung oleh 110 juta warganet. Ia bahkan menepis pihak-pihak yang meragukan data tersebut maupun tuduhan yang mengatakan bahwa big data tidak benar-benar ada.

baca juga

3. Ketum PAN

Dukungan adanya penundaan Pemilu 2024 juga diserukan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas. Ia sempat mengungkap alasannya, seperti soal nilai kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi yang disebutnya mencapai lebih dari 73 persen. Untuk itu, Jokowi bisa kembali menjabat.

Lalu, alasan lainnya adalah mengenai perekonomian di Indonesia yang disebutnya belum stabil. Oleh karena itu, sejumlah pihak termasuk pemerintah dan masyarakat perlu melakukan pemulihan. Belum lagi, antisipasi terhadap konflik global yang bisa memicu krisis minyak goreng.

“Mempertimbangkan hal-hal tersebut, serta setelah mendengar aspirasi dari berbagai kalangan, PAN setuju bahwa pemilu perlu dipertimbangkan untuk diundur,” ungkap Zulhas.

4. Ketum Partai Golkar

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut bahwa wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan aspirasi dari masyarakat. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa ditolak. Terlebih partainya berlandaskan suara rakyat dan Presiden Jokowi, katanya, berpegang tegun akan aspirasi rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Ada Semacam Skenario Besar' Istana Diminta Tanggung Jawab Buntut Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu

'Ada Semacam Skenario Besar' Istana Diminta Tanggung Jawab Buntut Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu

Kotak Suara | Minggu, 05 Maret 2023 | 09:12 WIB

Putusan Ngawur PN Jakpus Tunda Pemilu Sangat Mengherankan: Akhirnya Pemerintah Jadi Tertuduh

Putusan Ngawur PN Jakpus Tunda Pemilu Sangat Mengherankan: Akhirnya Pemerintah Jadi Tertuduh

Kotak Suara | Minggu, 05 Maret 2023 | 08:01 WIB

Keputusan PN Jakpus Tunda Pemilu Dikecam Banyak Politisi: "Istana Harus Bertanggung Jawab"

Keputusan PN Jakpus Tunda Pemilu Dikecam Banyak Politisi: "Istana Harus Bertanggung Jawab"

Kotak Suara | Minggu, 05 Maret 2023 | 07:45 WIB

Sudjiwo Tedjo Berikan Tanggapan Terkait dengan Penundaan Pemilu, 'Ndak Usah Neko-Neko'

Sudjiwo Tedjo Berikan Tanggapan Terkait dengan Penundaan Pemilu, 'Ndak Usah Neko-Neko'

Tasikmalaya | Sabtu, 04 Maret 2023 | 19:54 WIB

Puadi: Penundaan Pemilu Hanya Bisa Terjadi Jika Terdapat Perubahan UUD NRI Tahun 1945

Puadi: Penundaan Pemilu Hanya Bisa Terjadi Jika Terdapat Perubahan UUD NRI Tahun 1945

Cianjur | Sabtu, 04 Maret 2023 | 19:38 WIB

Terkini

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×