Sinyal Mesra KIB-KIR Bakal Melebur dalam Koalisi Besar, Pengamat Sebut karena Sama-sama Ingin Ada 'Jokowi Baru'

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 13 Maret 2023 | 11:30 WIB
Sinyal Mesra KIB-KIR Bakal Melebur dalam Koalisi Besar, Pengamat Sebut karena Sama-sama Ingin Ada 'Jokowi Baru'
Pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di kawasan Istora Senayan. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Sinyal-sinyal akan terbentuknya koalisi besar yang menggabungkan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang diusung PKB-Gerindra dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dideklarasikan Golkar-PAN-PPP semakin terbuka.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengemukakan, kedekatan yang terjadi saat ini antara koalisinya dengan Golkar sudah menunjukan hal yang positif.

"Artinya PKB, Golkar, Gerindra semakin dekat," ucapnya.

Meski begitu Cak Imin mengemukakan, jika saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan Golkar dan belum sampai pada kesepakatan peleburan koalisi.

"Belum, tapi kita saling komunikasi intensif dengan Golkar, sudah sangat dekat," kata Muhaimin di Jakarta, Minggu (12/3/2023).

Cak Imin sendiri mengungkapkan, sampai saat ini kedekatan koalisinya dengan partai beringin menjadi penguat koalisi KIR.

"Tapi kedekatan ini menjadi poin untuk menguatkan koalisi PKB-Gerindra," kata Muhaimin.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan, bergabungnya dua koalisi menjadi satu, KIR dan KIB, akan menjadi lebih baik secara kekuatan.

"Dua-duanya mengajak. Jadi kalau dua-dua bergabung lebih kuat lebih baik," kata Airlangga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2023).

baca juga

Ia mengemukakan, dalam politik, tidak ada yang tidak bisa dibicarakan. Jika terjadi dua koalisi melebur, artinya Golkar-PAN-PPP akan menyatu dengan Gerindra-PKB.

"Dan jangan lupa ini semua partai pemerintah," kata Airlangga.

Sementara itu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merespons positif terbukanya peluang bersatunya dua koalisi.

"Sangat bagus. Semakin banyak barisan koalisi semakin efektif proses Pemilu, proses Pemilu semakin baik," kata Muhaimin.

Terpenting menurut Muhaimin dalam merajut kebersamaan di koalisi ialah menyamakan visi, target, dan tujuan.

"Itu yang paling penting. Jadi kita berharap partai-partai mari kita samakan visi, tujuan dan target sehingga kita betul-betul siap tidak mendadak dalam mengambil langkah-langkah strategis," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Widya Mandira Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mikhael Rajamuda Bataona mengungkapkan, makna-makna simbolik yang direpresentasikan para pimpinan partai politik KIB dan KIR sejauh ini menunjukkan indikasi yang kuat.

Dalam narasi komunikasi politik yang muncul, mereka memiliki satu titik pijak yang sama, yaitu melawan pihak yang menolak melanjutkan visi kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Artinya, KIR dan KIB mempunyai situasi psikologis dan suasana kebatinan yang sama, yaitu menolak calon presiden yang menjadi antitesis Presiden Jokowi.

Menurutnya, bagi KIR maupun KIB, melanjutkan proyek pembangunan seperti Ibu Kota Negara (IKN), program hilirisasi bahan tambang seperti nikel, tembaga, program dana desa, pembangunan infrastruktur dan lainnya dalam rangka memperkuat perekonomian Indonesia adalah hal yang wajib.

Program-program tersebut merupakan kerja-kerja nyata Presiden Jokowi yang wajib dilanjutkan demi visi Indonesia hebat, sehingga bagi KIR, KIB maupun PDIP, taruhannya akan sangat mahal jika kepemimpinan berikutnya jatuh ke tangan kelompok yang menjadi anti tesis Presiden Jokowi.

"Inilah alasan rasional mengapa koalisi PDIP, KIB, KIR, berpeluang terjadi karena pada dasarnya mereka mempunyai situasi psikologis dan suasana kebatinan yang sama. Yaitu sebagai gerbong besar yang ingin melanjutkan program-program Presiden Jokowi," katanya seperti dikutip Antara.

Bataona mengatakan, hal lain dari simbolisme politik yang sering direpresentasikan KIB dan KIR, meski berbeda nama tetapi isinya sama, yaitu sama-sama ingin agar ada 'Jokowi baru' yang melanjutkan kepemimpinan bangsa ini.

"Pemegang 'kartu as' dua poros koalisi ini, adalah Presiden Jokowi. Artinya, dari yang terbaca secara politik, KIB adalah poros koalisi yang sengaja dikonsolidasikan dan sangat nampak sebagai representasi kekuatan Jokowi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Ungkap Hubungan KIB dan Koalisi Gerindra-PKB Makin Mesra, Sinyal Bakal Bergabung?

Cak Imin Ungkap Hubungan KIB dan Koalisi Gerindra-PKB Makin Mesra, Sinyal Bakal Bergabung?

Kotak Suara | Senin, 13 Maret 2023 | 10:41 WIB

Hati-hati Pak Jokowi, Ada Peluang Besar Jadi The Next Muhyiddin Malaysia Setelah Lengser

Hati-hati Pak Jokowi, Ada Peluang Besar Jadi The Next Muhyiddin Malaysia Setelah Lengser

News | Senin, 13 Maret 2023 | 10:37 WIB

Prabowo Dinilai Layak Jadi Presiden, Hashim: Program Pak Jokowi 99 Persen Programnya Pak Prabowo

Prabowo Dinilai Layak Jadi Presiden, Hashim: Program Pak Jokowi 99 Persen Programnya Pak Prabowo

Kotak Suara | Senin, 13 Maret 2023 | 10:34 WIB

Terkini

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

×