Didukung Jokowi, Ini Plus Minus Jika Koalisi Besar Terbentuk

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 04 April 2023 | 06:41 WIB
Didukung Jokowi, Ini Plus Minus Jika Koalisi Besar Terbentuk
Jokowi bersama para ketum parpol koalisi pemerintah di markas PAN, Minggu (2/4/2023). (Dok. Humas DPP PAN)

Suara.com - Wacana pembentukan koalisi besar tampak bakal serius dijajaki setelah lima ketua umum partai politik berkumpul di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Jakarta Selatan, Minggu (2/4/2023) lalu. Apalagi dalam pertemuan itu juga turut hadir Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

Menanggapi hal itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai, jika Jokowi nampaknya merespons baik soal wacana koalisi besar. Namun, jika koalisi tersebut terbentuk tentu memiliki plus dan minusnya.

"Plusnya, pasangan capres yang diusung berpeluang hanya dua. Kalau hal ini terwujud, maka Pilpres 2024 cukup satu putaran," kata Jamiluddin kepada wartawan, Selasa (4/4/2023).

Menurutnya, Pilpres satu putaran dapat menghemat anggaran. Hal ini pas di tengah APBN yang relatif berat.

Kemudian hal yang membuat minus yakni, dengan hanya dua pasangan, rakyat tidak banyak diberi alternatif pilihan. Padahal, idealnya demokrasi diharapkan memberi lebih banyak pilihan, apalagi masyarakat Indonesia yang begitu heterogen.

"Selain itu, keterbelahan akan semakin menguat di tengah masyarakat. Padahal keterbelahan akibat Pilpres 2019 masih menguat. Antara kampret dan cebong masih kental di masyarakat, yang membuat masyarakat terbelah secara dikotomis," tuturnya.

Lalu Jamiluddin menyampaikan, minus lainnya, bila koalisi besar menang pada Pilpres 2024, maka dominasi partai pendukung pemerintah sangat kuat. Hal ini, menurutnya, dapat memperlemah DPR dalam pengawasan, seperti yang terjadi saat ini. DPR praktis sangat lemah dihadapan pemerintah.

"Sebaliknya, bila Koalisi Perubahan yang menang, DPR berpeluang sangat kuat. Sebab, Koalisi besar akan mendominasi DPR, yang akan terus mengganggu pemerintah. Pemerintah akan terus jadi bulan-bulanan, sehingga sulit bekerja maksimal karena minimnya dukungan dari DPR," ujarnya lagi.

Adapun di sisi lain, Jamiluddin menilai, adanya koalisi besar ini diharapkan tak melibatkan PDIP. Kalau ini terwujud, kata dia, maka pada Pilpres 2024 diharapkan tetap ada tiga pasangan capres yang maju.

"Dengan begitu, akan ada pasangan capres dari koalisi besar, PDIP, dan Koalisi Perubahan. Pilihan ini diharapkan dapat meminimalkan keterbelahan di tengah masyarakat," tuturnya.

"Selain itu, peluang dominasi di DPR juga dapat diminimalkan. Hal itu dapat memberi ruang pasangan capres yng menang untuk bekerja lebih maksimal," sambungnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir dalam Silaturahmi Ramadan yang digelar DPP PAN di kantor pusat di Jakarta Selatan.

Kenyataannya mereka yang hadir tidak semuanya. Tercatat hanya ada lima ketua umum parpol yang hadir, yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai tuan rumah, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Artinya, Silaturahmi Ramadan antar parpol koalisi pemerintahan ini minus dua parpol. Di mana Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soeakrnoputri dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh tidak ada di tempat acara.

"Mbak Mega dan Bang Surya lagi keluar negeri," timpal Zulhas menjawab tanda tanya kehadiran kedua ketum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Presiden Jokowi Minta Menpora Baru Galakan Liga Tarkam

Viral! Presiden Jokowi Minta Menpora Baru Galakan Liga Tarkam

| Selasa, 04 April 2023 | 06:00 WIB

Timnas Indonesia U-20 akan Tetap Bermain, Batal Bubar?

Timnas Indonesia U-20 akan Tetap Bermain, Batal Bubar?

| Selasa, 04 April 2023 | 05:35 WIB

Ada Perintah dari Partai? Coach Justin Ungkap Alasan Larang Israel Ikut Piala Dunia U-20 : Ada Undang-undangnya Juga!

Ada Perintah dari Partai? Coach Justin Ungkap Alasan Larang Israel Ikut Piala Dunia U-20 : Ada Undang-undangnya Juga!

| Selasa, 04 April 2023 | 04:30 WIB

Pantes Jokowi Pilih Dito Ariotedjo sebagai Menpora Baru, Berikut 6 Catatan Penting Menteri Termuda Kabinet Indonesia Maju

Pantes Jokowi Pilih Dito Ariotedjo sebagai Menpora Baru, Berikut 6 Catatan Penting Menteri Termuda Kabinet Indonesia Maju

| Selasa, 04 April 2023 | 03:25 WIB

Tancap Gas, Dito Ariotedjo Gelar Pertemuan dengan Pejabat Kemenpora

Tancap Gas, Dito Ariotedjo Gelar Pertemuan dengan Pejabat Kemenpora

Sport | Selasa, 04 April 2023 | 02:05 WIB

Sumpah Janji Menpora di Hadapan Presiden Jokowi, Dito Resmi Gantikan Zainudin

Sumpah Janji Menpora di Hadapan Presiden Jokowi, Dito Resmi Gantikan Zainudin

| Senin, 03 April 2023 | 23:57 WIB

CEK FAKTA : Waduh, Jokowi Copot Jabatan Ganjar dan I Wayan Koster dari Jabatannya, Buntut Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?

CEK FAKTA : Waduh, Jokowi Copot Jabatan Ganjar dan I Wayan Koster dari Jabatannya, Buntut Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?

| Senin, 03 April 2023 | 23:07 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB