Mengenal Sistem Proporsional Terbuka, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Rifan Aditya

Selasa, 30 Mei 2023 | 08:30 WIB
Mengenal Sistem Proporsional Terbuka, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Ilustrasi pemilu, sistem proporsional terbuka (Element5 Digital/pexels)

Suara.com - Mengenali karakter, kelebihan, dan kekurangan sistem proporsional terbuka sebenarnya penting untuk masyarakat, sehingga dapat mengetahui secara rinci mengenai gambaran pemilu yang akan dilakukan. Anda bisa membaca penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Tentu sistem proporsional terbuka ini berbeda dengan sistem proporsional tertutup, bahkan memiliki karakter yang berkebalikan. Itu kenapa, memahami keduanya menjadi penting untuk bisa melihat mana sistem yang lebih ideal diterapkan di Indonesia.

Karakter Sistem Proporsional Terbuka

Beberapa karakter utamanya adalah sebagai berikut.

  • Pelaksanaan, akan dilakukan dengan partai politik yang mengajukan daftar calon yang tidak disusun berdasarkan nomor urut dan tanpa nomor di depan nama
  • Metode pemberian suara, dilakukan dengan pemilih atau masyarakat yang memilih salah satu nama calon yang diinginkannya
  • Penetapan calon terpilih, ditentukan berdasarkan suara terbanyak yang diperoleh oleh calon yang dipilih oleh masyarakat luas
  • Derajat keterwakilan, derajat keterwakilan pada sistem ini lebih tinggi karena pemilih bebas memilih wakil yang akan duduk di kursi legislatif, sehingga kontrol bisa terus dilakukan pada calon yang dipilihnya
  • Tingkat kesetaraan calon, memungkinkan hadirnya kader yang tumbuh dan besar dari bawah, karena memang adanya dukungan massa yang kuat
  • Jumlah kursi dan daftar kandidat, partai mendapatkan kursi yang sebanding dengan jumlah suara yang diperoleh saat pemilihan terjadi

Cukup jelas bukan karakter yang dimiliki dari sistem proporsional terbuka ini? Sebelum dapat menentukan cocok atau tidaknya sistem ini dengan kondisi di indonesia, Anda bisa melihat kelebihan dan kekurangannya berikut.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Proprosional Terbuka

Untuk kelebihan Sistem Proprosional Terbuka antara lain adalah sebagai berikut:

  • Mendorong kandidat bersaing dalam mobilisasi dukungan massa untuk kemenangan
  • Terbangunnya kedekatan antara pemilih dengan calon yang diajukan
  • Terbangunnya kedekatan antar pemilih yang berpartisipasi memberikan suaranya

Namun demikian ada beberapa kekurangan Sistem Proprosional Terbuka yang wajib menjadi pertimbangan. Antara lain adalah sebagai berikut.

  • Risiko terjadinya politik uang sangat tinggi
  • Membutuhkan modal politik yang besar
  • Rumitnya melakukan perhitungan suara yang diperoleh

Sulitnya menegakkan kuota gender dan etnis, karena semua akan berangkat dari masyarakat secara langsung

baca juga

Beberapa negara menerapkan sistem pemilihan proporsional terbuka ini, misalnya Austria, Belanda, Belgia, Brazil, dan sebagainya. Tentu, dengan karakter, keuntungan, dan kerugiannya masing-masing, setiap sistem menawarkan output yang juga berbeda.

Memahami tentang sistem proporsional terbuka bisa menjadi informasi berguna untuk Anda, agar lebih melek pada kondisi politik di Indonesia. Semoga menjadi artikel yang bermanfaat untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan berikutnya.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut MK Bakal Kembalikan Sistem Proporsional Tertutup saat Pemilu, Denny Indrayana Dipolisikan

Sebut MK Bakal Kembalikan Sistem Proporsional Tertutup saat Pemilu, Denny Indrayana Dipolisikan

News | Senin, 29 Mei 2023 | 22:42 WIB

Plus Minus Jika Pemilu 2024 Balik Lagi ke Sistem Proporsional Tertutup

Plus Minus Jika Pemilu 2024 Balik Lagi ke Sistem Proporsional Tertutup

Kotak Suara | Senin, 29 Mei 2023 | 17:19 WIB

Sistem Proporsional Tertutup: Karakter, Kelebihan serta Kekurangan

Sistem Proporsional Tertutup: Karakter, Kelebihan serta Kekurangan

Kotak Suara | Senin, 29 Mei 2023 | 15:04 WIB

Terkini

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

×