Sebut Keris Solo buat Tikam Lawan dari Belakang, Mardiono Klaim Bukan Sindir Jokowi

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Minggu, 19 November 2023 | 21:43 WIB
Sebut Keris Solo buat Tikam Lawan dari Belakang, Mardiono Klaim Bukan Sindir Jokowi
Sebut Keris Solo buat Tikam Lawan dari Belakang, Mardiono Klaim Bukan Sindir Jokowi. (dok. PPP)

Suara.com - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono sempat menyinggung simbol-simbol senjata daerah. Salah satunya keris Yogyakarta dan Solo yang menurutnya digunakan untuk menikam lawan dari belakang.

Hal ini disampaikan Mardiono saat memberikan sambutan di acara Mukerwil PPP DKI Jakarta di Hotel Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2023).

Awalnya dia bercerita soal sejarah perjuangan tumpah darah bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Mardiono lantas mengungkap bahwasanya setiap daerah memiliki simbol-simbol senjata perjuangannya.

"Di Aceh punya simbol senjata rencong. Kalau di DKI Jakarta diketahui senjatanya golok. Kalau di Jawa itu senjatanya keris," tutur Mardiono.

Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono. (Foto: Dok. Istimewa)
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono. (Foto: Dok. Istimewa)

Senjata rencong, kata Mardiono, kerap digunakan pejuang Aceh untuk menikam lawan dari belakang. Hal serupa juga dilakukan pejuang DKI Jakarta yang menggunakan golok untuk melawan musuhnya dari depan.

Sementara pejuang Solo dan Yogyakarta, lanjut Mardiono, meletakkan senjata keris di belakang. Sebab pusaka orang Jawa tersebut, kata dia, memang dipergunakan untuk menikam lawannya dari belakang.

"Tapi kalau di Jawa di Yogya, Solo sana itu dari belakang karena memang pusakanya pun ditaruh di belakang," ungkap Mardiono disambut teriakan kadernya.

Bantah Sindir Jokowi

Seusai acara, Mardiono menegaskan pernyataannya itu bukan bermaksud menyindir Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sebab dirinya juga merupakan orang Jawa.

baca juga
Plt Ketum PPP M Mardiono. [Suara.com/Bagaskara]
Plt Ketum PPP M Mardiono. [Suara.com/Bagaskara]

"Enggak ada hubungannya sama itu, kan saya kan orang Jawa, saya kan termasuk orang yang lahir di Yogyakarta, yang saya juga memiliki tradisi budaya Jawa yang di mana saya punya senjata keris juga. Itu pada diri saya jadi kita tidak menghubungkan politik ini singgung menyinggung," jelas Mardioni.

Mardiono lantas mengemukakan maksud daripada pernyataannya menceritakan sejarah perjuangan hingga simbol-simbol senjata daerah itu semata-mata untuk membangkitkan semangat perjuangan kader PPP. Sekaligus memberikan pengetahuan tentang sejarah dan tradisi daerah.

"Simbol-simbol perjuangan itu mengisyaratkan kita ya kita untuk melanjutkan perjuangan itu. Seraya mengadopsi tradisi dan budaya yang kita sebut kearifan lokal," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Endus Intervensi Penguasa ke Ganjar - Mahfud dan Anies - Cak Imin, TKN Prabowo - Gibran: Mungkin Dia Tekanan Batin

PDIP Endus Intervensi Penguasa ke Ganjar - Mahfud dan Anies - Cak Imin, TKN Prabowo - Gibran: Mungkin Dia Tekanan Batin

Kotak Suara | Minggu, 19 November 2023 | 21:16 WIB

Gerakan Desa Bersatu Muncul di Gerbong Prabowo-Gibran, Padahal Dulu Sempat Dukung Anies-Muhaimin

Gerakan Desa Bersatu Muncul di Gerbong Prabowo-Gibran, Padahal Dulu Sempat Dukung Anies-Muhaimin

Kotak Suara | Minggu, 19 November 2023 | 20:41 WIB

JK Blak-blakan Tak Bisa Ikut Bergabung TPN, Ganjar: Kita Gak Ngajak Kok

JK Blak-blakan Tak Bisa Ikut Bergabung TPN, Ganjar: Kita Gak Ngajak Kok

Kotak Suara | Minggu, 19 November 2023 | 20:15 WIB

Puji Setinggi Langit Megawati, JK Titip Pesan Ini ke Ganjar Pranowo

Puji Setinggi Langit Megawati, JK Titip Pesan Ini ke Ganjar Pranowo

Kotak Suara | Minggu, 19 November 2023 | 19:50 WIB

Terkini

Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:33 WIB

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30 WIB

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:17 WIB

×