Anies Baswedan Kampanye di Cina, Jubir Timnas Duga Ada Intimidasi

Muhammad Yunus

Rabu, 17 Januari 2024 | 18:19 WIB
Anies Baswedan Kampanye di Cina, Jubir Timnas Duga Ada Intimidasi
Anies Baswedan [instagram/anies]

Suara.com - Juru Bicara Timnas Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Ismail Bachtiar, menyebut ada dugaan intimidasi saat kampanye capres nomor urut 1 Anies Baswedan di Lapangan Bola Cina, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu.

"Dua hari sebelum acara, kami sudah memasang baliho, spanduk kemana-mana. Besoknya pada hilang, banyak yang dicabut. Kami coba cari tahu, cuma tidak ketemu," kata Ismail di sela-sela kampanye Anies Baswedan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu 17 Januari 2024.

Selain hilangnya alat peraga kampanye, dugaan intimidasi serangan di media sosial juga terjadi dengan menyampaikan hoaks atau informasi sesat untuk menggagalkan kampanye Anies Baswedan di Bone.

"Jadi, saya bilang, sudahlah, mungkin karena kontestasi, dinamikanya seperti ini. Tadi malam bikin khawatir, DM (pesan langsung) sosmed saya isinya hujatan semua. Kedua, saya heran ada orang menyebar hoaks, katanya Pak Anies tidak jadi datang dan pindah acaranya ke jam 13.00 siang. Tetapi, tadi pagi, alhamdulillah sampai tidak ada tempat ruang gerak masuk ke acara," jelas Ismail.

Baca Juga:

Kutuk Penurunan Paksa Videotron Aniesbubble Di Bekasi, Timnas AMIN: Kuat Dugaan Dilakukan Penguasa!

Fantastik! Pendukung Anies Baswedan Kumpulkan Rp200 Juta dalam Penggalangan Termin 1

Mengenai ada oknum tertentu yang mengenakan kaos pasangan calon lain dalam acara kampanye pasangan calon nomor urut 1 Anies-Muhaimin, Ismail membenarkan hal itu. Namun, pihaknya tidak mau meladeni orang-orang tersebut.

"Itulah yang saya maksud. Tadi malam, kira-kira jam 01.00, saya masih di lapangan, ada beberapa orang datang bertanya-tanya segala macam, mengaku dari sini; dan ditanya mau ngapain, mereka mengatakan tidak jelas juga," ungkap anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Meski demikian, Ismail menegaskan pihaknya tidak mau menuding siapa yang diduga mencabut baliho pasangan AMIN di sepanjang jalan lokasi kampanye di Bone dan mengganti dengan baliho pasangan calon lain.

baca juga

Ismail menilai hal tersebut merupakan bentuk dugaan intimidasi.

"Sudah tahu bahwa acara ini resmi, acara ini legal, berizin; mestinya kalau saling menghormati, saling mengerti, tidak usah ada upaya-upaya seperti itu," tuturnya.

Menurut Ismail, pihaknya sudah melihat indikasi-indikasi dugaan intimidasi sejak dua hari lalu sebelum kampanye Anies Baswedan di Bone, namun upaya itu gagal.

"Ternyata banyak yang mau mencoba menghambat, tetapi energi masyarakat Bone, semangat, dan spirit masyarakat Bone, insyaallah tidak sedikit pun terbendung dan tidak sedikit pun surut untuk memenangkan Pak Anies," tegasnya.

Terkait target pemenangan pasangan AMIN di Bone, Ismail menyebutkan target perolehan suara di atas 75 persen. Alasannya, lanjutnya, ialah menjadi sebuah sejarah ketika seorang capres kampanye ke Bone ditemani Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla.

"Alhamdulillah, ada begitu banyak orang yang hadir. Sebenarnya strategi itu lebih banyak karena keinginan orang. Mereka datang tidak ada yang dibayar, tidak ada yang minta (uang) buat datang. Saya ingin bilang, kedatangan beliau (Anies) ini bersama Pak JK adalah simbol bahwa warga Sulsel, warga Bone, warga Indonesia timur, insyaallah full memenangkan AMIN," kata Ismail.

Sementara itu, Anies pun tidak terlalu ambil pusing dengan dugaan intimidasi dari kelompok tertentu untuk menggagalkan kampanyenya di Kabupaten Bone.

"Gini, saya selalu sampaikan, seberat-beratnya intimidasi yang diberikan kepada kami, masih lebih berat beban keluarga-keluarga di Indonesia. Masih lebih berat beban anak-anak muda yang sulit mencari pekerjaan," kata Anies.

Oleh karena itu, dia tidak mempermasalahkan upaya-upaya yang dilakukan kelompok tertentu untuk mengganggu kampanyenya. Anies lebih mengutamakan upaya untuk mewujudkan perubahan lebih baik bagi Indonesia jika terpilih memenangi Pilpres 2024.

"Jadi, bila untuk membuat keluarga hidupnya lebih ringan, bila untuk membuat anak-anak muda mudah dapat pekerjaan, bila untuk melakukan itu, kami harus menghadapi tekanan, kami harus menghadapi tantangan yang berat; maka kami akan hadapi itu. Demi perubahan di Indonesia," ujarnya.

Selain berkampanye di Bone, Anies bersama rombongan juga akan menghadiri undangan JK untuk menghadiri hari jadi pesantren DDI Mangkoso di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Orang Berkaos 02 Diduga Intimidasi Pendukung AMIN Sebelum Anies Kampanye di Sulsel

Sejumlah Orang Berkaos 02 Diduga Intimidasi Pendukung AMIN Sebelum Anies Kampanye di Sulsel

News | Rabu, 17 Januari 2024 | 18:15 WIB

Kampanye di Sulsel, Anies Baswedan: Pak Jusuf Kalla Seperti Ayah Bagi Kami

Kampanye di Sulsel, Anies Baswedan: Pak Jusuf Kalla Seperti Ayah Bagi Kami

Kotak Suara | Rabu, 17 Januari 2024 | 17:38 WIB

Soal Kabid Disdik Medan Arahkan Pilih Prabowo, Jubir Darat Timnas AMIN: Bawaslu Harus Panggil Andy dan Bobby Nasution

Soal Kabid Disdik Medan Arahkan Pilih Prabowo, Jubir Darat Timnas AMIN: Bawaslu Harus Panggil Andy dan Bobby Nasution

Kotak Suara | Rabu, 17 Januari 2024 | 17:32 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×