Jateng Login Prabowo-Gibran, Pengamat: Ketokohan Ganjar Tidak Sebesar Suara PDIP

Sabtu, 17 Februari 2024 | 19:53 WIB
Jateng Login Prabowo-Gibran, Pengamat: Ketokohan Ganjar Tidak Sebesar Suara PDIP
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kiri) menyapa pendukungnya saat kampanye akbar capres-cawapres nomor urut 3 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha].

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini tengah menghitung jumlah suara dari berbagai tempat pemungutan suara (TPS). Dalam rekapitulasi suara yang masuk dalam Real Count KPU, khususnya Pilpres.

Khusus di Jawa Tengah yang sudah terkumpul hingga 82,81 persen atau 97.139 TPS dari 117.299 TPS (per Sabtu (17/2/2024) jam 19.30 WIB, membuat kejutan.

Sebabnya, pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berhasil mendapat suara mayoritas dengan perolehan 8.838.313 atau 52,7 persen jauh dari pasangan Ganjar-Mahfud yang hanya mendapat 5.771.403 suara atau 34,41 persen.

Merespon fenomena tersebut, Pengamat politik The Indonesian Institute (TII) Arfianto Purbolaksono mengatakan kekalahan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di kandang banteng atau daerah dengan basis pemilih PDIP, yaitu Jawa Tengah menjadi catatan tersendiri.

Sementara di sisi lain, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka justru unggul telak di Jawa Tengah.

Padahal PDIP masih menjadi partai politik dengan jumlah suara terbesar di Jawa Tengah berdasarkan hasil real count komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Orientasi partai politik kita kan sangat pragmatis gitu kan ya. Ada orientasi parpol itu kan ada yang pragmatis, yang penting mereka mendapatkan suara dulu dari caleg calegnya, dari tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota," kata Arfianto, Sabtu (17/2/2024).

Untuk itu, secara umum, Arfianto menilai partai politik memiliki kecenderungan untuk mengamankan suara agar melampaui ambang batas parlemen yaitu suara nasional 4 persen.

"Untuk PDIP sendiri orientasinya pada akhirnya kan terbagi, bagaimana mempertahankan kursi kekuasaan di tingkat eksekutif, tapi di sisi yang lain juga mempertahankan kemenangan mereka di pileg," ujarnya.

Baca Juga: Data dari 1.700 TPS Harus Diperbaiki KPU untuk Hitung Hasil Pilpres 2024

Hal lain yang perlu dipertanyakan dari perolehan suara ini ialah soliditas internal PDIP dalam upaya memenangkan Ganjar-Mahfud, khususnya di daerah yang disebut sebagai kandang banteng.

"Kalau kandang banteng, mereka pileg ya masih sangat solid gitu, tapi kenapa pilpresnya tidak milih Ganjar? Artinya, sebenarnya mungkin bisa jadi suaranya PDIP hanya sekitaran suara soliditasnya PDIP yang dalam artian di pileg ya sekitar itu. Sedangkan di pilpres kan sebenarnya lebih pada suara individu, suara tokoh, dalam hal ini Ganjar," tutur Arfianto.

"Jadi artinya, suara Ganjar itu tidak melebihi suara Ganjar itu sendiri gitu. Jadi, ketokohan Ganjar itu tidak sebesar suara PDIP itu sendiri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI