Cak Imin: Ada Teman Bilang Tak Perlu Pilkada Kalau Kades Diancam dan Ditakuti, Gimana Menurutmu?

Ria Rizki Nirmala Sari, Novian Ardiansyah

Minggu, 18 Februari 2024 | 13:55 WIB
Cak Imin: Ada Teman Bilang Tak Perlu Pilkada Kalau Kades Diancam dan Ditakuti, Gimana Menurutmu?
Capres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat mencoblos di TPS 023, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024). [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berbicara mengenai Pilkada. Ia mempertanyakan pendapat warganet soal pelaksanaan Pilkada perlu atau tidak perlu.

Hal itu ia tanyakan melalui akun X pribadinya, @cakiminNOW.

Baca Juga:

Adu Keren Anak Kembar Komeng Ganteng vs Bagus: Alfiansyah Nahan Lapar Demi Mereka

Reaksi Iwan Fals Lihat Komeng Jadi Anggota Dewan: Negeriku Tambah Lucu Nih

Semua Sayang Komeng, Warganet Sampai Doakan Gantikan La Nyalla Sebagai Ketua DPD RI

Mulanya Muhaimin atau Cak Imin menuliskan soal pertanyaan temannya mengenai tidak perlunya pelaksanaan Pilkada bila ada ancaman serta menaluti para kepala desa.

"Selamat Pagi Indonesia ..! Ada teman yang bilang kita tidak perlu PILKADA lagi kalo pelaksanaanya dengan mengancam dan menakut-nakuti para kepala desa," tulis Cak Imin dilihat Minggu (18/2/2024).

Cak Imin lantas menanyakan pendapat warganet ihwal pendapat temannya tersebut.

baca juga

"Gimana menurutmu saudara?" tanya Cak Imin ke warganet.

Sebelumnya, hal mengenai Pilkada juga dibicarakan Ketua Tim Pendjawalan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Aria Bima.

Aria menyatakan bahwa Pemilu tak perlu lagi ada, termasuk Pilkada Serentak September mendatang.

Ia mengatakan hal tersebut lantaran terjadi anomali-anomali dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Padahal, pihaknya sudah mempersiapkan dengan baik untuk bertarung di Pilpres 2024 dari mulai pendaftaran hingga berkampanye. Namun justru menurutnya, Pemilu 2024 terjadi indikasi kecurangan.

"Dan kami sangat yakin pasangan kami adalah pasangan paling tepat untuk memimpin Indonesia, kalau pemilu dilaksanakan seperti ini terjadi berbagai orkestrasi dari politisi bansos dari politisasi diskon pupuk, politisasi pengurusan sertifikat, penekanan kepada aparat desa, keterlibatan oknum-oknum aparat yang tak netral. Kemudian belum money politics, belum manipulasi suara, terus untuk apa kampanye? Untuk apa debat?" kata Aria di media center Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).

Menurutnya, sangat percuma KPU mengundang berbagai panelis yang merupakan ahli-ahli akademisi untuk merumuskan pertanyaan debat bila prinsip etika berdemokrasi dilanggar.

Ia pun menyebut, dengan adanya hal itu tak perlu lagi ada Pemilu untuk ke depannya, terlebih tak perlu lagi ada Pilkada Serentak 2024 September mendatang.

"Saya tidak perlu lagi adanya pemilu kalau pelaksanaannya semacam ini. Dan apakah menjamin pada Pilkada? Ga perlu pilkada cukup kepala desa ditakut takuti dana desanya suruh cari suara aja," ujarnya.

Selama ini, kata dia, pihaknya sudah susah payah mempersiapkan Ganjar-Mahfud untuk bertarung di Pilpres 2024.

Namun, pelaksanaan Pemilu bahkan hingga akhir aplikasi Sirekap KPU masih keliru.

"Apakah kita perlu ada pemilu? Hadilnya sudah diketahui. Cara memperolehnya banyakan mana sama yg kampanye. Jadi saya melihat kalau situasi kondisi objektif selama kita berpemilu dengan seluruh tahapannya itu penuh manipulatif dan penuh keterlibatan berbagai oknum aparat, saya berharap tidak perlu lagi ada pemilu. Tidak perlu ada yang namanya pemilihan kepala daerah baik itu bupati dan gubernur bulan September," katanya.

"Nah, saya melihat suatu anomali anomali yang itu menbuat kita menjadi bangsa yang mundur dari aspek kita berdemokrasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Real Count Pilpres di Jakarta: Anies dan Prabowo Saling Salip, Ganjar Masih Paling Buncit

Real Count Pilpres di Jakarta: Anies dan Prabowo Saling Salip, Ganjar Masih Paling Buncit

Kotak Suara | Minggu, 18 Februari 2024 | 11:26 WIB

Anies Baswedan Kalah Jauh di Quick Count, Ririe Fairus Beri Reaksi Seperti Ini

Anies Baswedan Kalah Jauh di Quick Count, Ririe Fairus Beri Reaksi Seperti Ini

News | Minggu, 18 Februari 2024 | 06:14 WIB

Saat Kampanye, Gibran Ternyata Pernah Dilarang Datang ke Kediri, Begini Ceritanya

Saat Kampanye, Gibran Ternyata Pernah Dilarang Datang ke Kediri, Begini Ceritanya

News | Minggu, 18 Februari 2024 | 05:00 WIB

Anies Akui Timnas AMIN Buka Komunikasi dengan Ganjar-Mahfud: Saling Ngobrol Terus

Anies Akui Timnas AMIN Buka Komunikasi dengan Ganjar-Mahfud: Saling Ngobrol Terus

Kotak Suara | Sabtu, 17 Februari 2024 | 16:01 WIB

Bantah Pernyataan Lamanya yang Viral, Mahfud MD: Pemilu Ulang Itu Bisa

Bantah Pernyataan Lamanya yang Viral, Mahfud MD: Pemilu Ulang Itu Bisa

Kotak Suara | Sabtu, 17 Februari 2024 | 15:15 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Kasus Motor Listrik MBG, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Kasus Motor Listrik MBG, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?

Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan Motor Buat MBG

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengadaan Motor Buat MBG

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:19 WIB

9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam

9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Sinopsis Shadow Punisher, Dracin Terbaru Luo Yun Xi dan Alen Fang di iQiyi

Sinopsis Shadow Punisher, Dracin Terbaru Luo Yun Xi dan Alen Fang di iQiyi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Cushion Wardah Warna Biru untuk Kulit Apa? Mampu Menyamarkan Flek Hitam Menurut Review

Cushion Wardah Warna Biru untuk Kulit Apa? Mampu Menyamarkan Flek Hitam Menurut Review

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah

Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Pertamina Patra Niaga Dukung Koperasi Desa Merah Putih lewat Penyaluran LPG

Pertamina Patra Niaga Dukung Koperasi Desa Merah Putih lewat Penyaluran LPG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus Korupsi MBG

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:13 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:11 WIB

×