KontraS-ICW: Pemilu 2024 Adalah Yang Terburuk Sejak Era Reformasi

Bangun Santoso, Rakha Arlyanto

Jum'at, 23 Februari 2024 | 13:13 WIB
KontraS-ICW: Pemilu 2024 Adalah Yang Terburuk Sejak Era Reformasi
Ilustrasi Pemilu 2024 (jateng.nu.or.id)

Suara.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) sama-sama menilai bahwa Pemilu 2024 adalah yang terburuk sejak era Reformasi 1998.

Hal itu berdasarkan sejumlah permasalahan dan kontroversi yang terjadi selama penyelenggaraan Pemilu 2024.

Wakil Koordinator KontraS, Andi Muhammad Rezaldy mengatakan, pihaknya menemukan kasus kematian 94 petugas KPPS meninggal saat proses Pemilu 2024. Angka itu berdasarkan temuan KontraS dan ICW per tanggal 21 Februari 2024.

"Sementtara lebih dari 13.000 lainnya tercatat sakit. Jumlah ini tentu saja bukan angka final, sebab masih memiliki posibilitas untuk terus bertambah, mengingat ribuan orang yang masih dirawat," kata Andi di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2024).

Andi menyebut, masih banyaknya petugas KPPS meninggal dunia dalam proses Pemilu menandakan KPU RI tidak serius melakukan evaluasi. Pasalnya, pada Pemilu 2029 lalu tercatat 894 meninggal dunia secara misterius.

Salah satu penyebab masih banyaknya jumlah petugas KPPS yang meninggal dan sakit, kata Andi, adalah beban kerja yang sangat berat.

"Belum lagi Pemilu tahun 2024 diselenggarakan secara serentak dengan lima kotak suara," kata Andi.

Menurut Andi, tugas tersebut jelas tidak manusiawi. Para petugas KPPS rata-rata bekerja selama 24-26 jam non-stop.

"Dalam standar Hak Asasi Manusia, fenomena ini sudah dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Pasal 38 Undang-Undang 39 Tahun 1999," tutur Andi.

baca juga

Intimidasi dan Kecurangan

Pemakaman Siti Pringgowati, anggota KPPS TPS 08 Desa Taman Endra, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur. [Suaralampung.id/Agus Susanto]
Pemakaman Siti Pringgowati, anggota KPPS TPS 08 Desa Taman Endra, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

Selain mencatat banyaknya laporan petugas KPPS yang meninggal, Andi menyampaikan KontraS juga mendapati sejumlah kasus intimidasi dan kekerasan.

"Kami menemukan setidaknya 18 peristiwa berkaitan dengan kekerasan dengan rincian penganiayaan 13 peristiwa, bentrokan 5 peristiwa dan intimidasi 8 peristiwa," beber Andi.

KontraS mencatat ada 80 orang mengalami luka-luka dan 4 orang lainnya meninggal karena kasus intimidasi dan kekerasan sepanjang proses Pemilu 2024.

Salah satu kasus yang paling menyorot perhatian adalah kasus penganiayaan yang dialami oleh relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Sleman, Yogyakarta.

Andi menyebut KontraS juga mencatat adanya 4 kasus bentrokan di Papua tepatnya di Kabupaten Intan Jaya yang menimbulkan 62 korban luka akibat perebutan suara caleg.

Selain itu, bahwa ada kecurangan struktural yang terjadi dalam Pemilu 2024. Kecurangan itu, menurut Andi, melibatkan aparatur negara.

Pengerahan pejabat desa menjadi contohnya. Sejumlah pejabat desa dikerahkan untuk mendukung pasangan 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming lewat acara Deklarasi Desa Bersatu pada 17 Desember 2023.

Kontras juga menemukan ada sejumlah kepala desa yang diarahkan untuk menggalang dukungan kepada pasangan 02 dengan berbagai ancaman. Hal tersebut dialami oleh Kepala Desa di Ngawi.

Berdasarkan data KontraS, terjadi 34 kasus dugaan kecurangan yang melibatkan anggota KPPS. Contohnya yang terjadi di Baubau tepatnya di TPS 03 Kelurahan Tarafu, Batuporo.

Kecurangan juga terjadi TPS 45, Parangtambung, Tamalate, Makassar. Di sana, petugas KPPS merusak sejumlah surat suara yang jumlah tidak sedikit.

Atas dasar itu, KontraS dan ICW sudah sewajarnya hasil Pemilu 2024 menjadi pertanyaan. KPU dinilai tidak maksimal menjalankan tanggung jawab sebagai penyelenggara Pemilu.

Sementara Bawaslu sebagai pengawas Pemilu tampak tidak menjalankan fungsinya dengan maksimal.

"Sehingga, kami pun menilai bahwa Pemilu 2024 dapat dikategorikan sebagai Pemilu terburuk di era reformasi. Rangkaian buruknya Pemilu ini, tentu tidak terlepas dari tangan Presiden Joko Widodo," ujar Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Jadi Preman Pasar dan Dipenjara, Vicky Prasetyo Ungkap Sisi Kelamnya Sebelum Terkenal

Pernah Jadi Preman Pasar dan Dipenjara, Vicky Prasetyo Ungkap Sisi Kelamnya Sebelum Terkenal

Entertainment | Jum'at, 23 Februari 2024 | 13:11 WIB

Mahfud Ogah Ikut-ikutan Hak Angket Kecurangan Pemilu, Ganjar Beri Bantahan: Saya Kira Anda Salah!

Mahfud Ogah Ikut-ikutan Hak Angket Kecurangan Pemilu, Ganjar Beri Bantahan: Saya Kira Anda Salah!

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 12:10 WIB

Sikap Ganjar Hadapi Hasil Pilpres 2024: Kita Pakai Jalur Konstitusi

Sikap Ganjar Hadapi Hasil Pilpres 2024: Kita Pakai Jalur Konstitusi

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 12:55 WIB

ICW: Cacatnya Sirekap Bukti Kegagalan KPU Beri Akses Informasi Pemilu ke Publik!

ICW: Cacatnya Sirekap Bukti Kegagalan KPU Beri Akses Informasi Pemilu ke Publik!

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 12:14 WIB

Koalisi Sipil Tuding Rezim Jokowi Sengaja Bajak Pemilu 2024 Untuk Muluskan 3 Agenda Ini

Koalisi Sipil Tuding Rezim Jokowi Sengaja Bajak Pemilu 2024 Untuk Muluskan 3 Agenda Ini

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 11:24 WIB

Desakan Hak Angket Agar DPR Usut Kecurangan Pemilu Dinilai Salah Alamat, Begini Kata Pakar

Desakan Hak Angket Agar DPR Usut Kecurangan Pemilu Dinilai Salah Alamat, Begini Kata Pakar

Kotak Suara | Jum'at, 23 Februari 2024 | 11:03 WIB

2024 The End of Amien Rais, Qodari Tertawa Lepas: Dia Cuma Kecambah bukan Pohon Besar

2024 The End of Amien Rais, Qodari Tertawa Lepas: Dia Cuma Kecambah bukan Pohon Besar

News | Jum'at, 23 Februari 2024 | 10:59 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×