Ikut Geruduk Istana Merdeka di Peringatan Hari Perempuan Sedunia, Ibu-ibu Nelayan: Ruang Kami Terus Dirampas!

Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 08 Maret 2024 | 16:02 WIB
Ikut Geruduk Istana Merdeka di Peringatan Hari Perempuan Sedunia, Ibu-ibu Nelayan: Ruang Kami Terus Dirampas!
Sejumlah nelayan perempuan yang tergabung dalam Persaudaraan Nelayan Indonesia (PNI) dan Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) turut serta dalam aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia di dekat Istana Merdeka, Jumat (8/3/2024). (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)

Suara.com - Sejumlah nelayan perempuan yang tergabung dalam Persaudaraan Nelayan Indonesia (PNI) dan Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) turut serta dalam aksi unjuk rasa. Aksi itu mereka gelar bersama dengan sejumlah organisasi perempuan lainnya di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (08/03/24).

"Kita sebenarnya dari Kiara koalisi rakyat untuk keadilan perikanan hari ini juga ada dari persaudaraan nelayan Indonesia, ini juga ada dari kawan-kawan global march movement," ujar Susan selaku sekjen Kiara kepada Suara.com di tengah massa aksi pada Jumat (08/03/24).

Baca Juga:

Tom Lembong: Saya Tetap Yakin Pemenang Sesungguhnya Pemilu Ialah Perubahan

Terungkap Maksud Kunjungan Gibran ke Inggris, Gerak Cepat 'Mas Wapres' untuk Program Hilirisasi?

Diungkap Mahfud MD, Begini Respon Ganjar Usai Dilaporkan ke KPK

Susan mengatakan kondisi masyarakat pesisir terutama para nelayan perempuan sangat memperihatinkan.

Perampasan ruang hidup yang terus terjadi menjadi sebab kesejahteraan mereka menurun.

"Sebenernya sih kalau kita melihat bahwa yang dibutuhkan oleh perempuan ini bagaimana perampasan ruang tidak terus terjadi, kan kita tahu banyak proyek reklamasi, tambang, nah, itu semua dihentikan," ujarnya.

baca juga
Aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia di dekat Istana Merdeka, Jumat (8/3/2024). (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
Aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia di dekat Istana Merdeka, Jumat (8/3/2024). (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)

Susan juga menyayangkan sebutan Poros Maritim Dunia yang disematkan kepada Indonesia tidak serta merta dengan kesejahteraan rakyat pesisir.

Berbagai konsesi tambang dan proyek reklamasi di Indonesia membuat kondisi masyarakat kian memprihatinkan.

"Semakin parah, yang paling kami takutkan itu dampak dari proyek yang 10 tahun terakhir, kan katanya poros maritim harusnya mereka sejahtera tapi enggak. Banyak banget izin-izin tambang sama reklamasi yang membuat mereka desa-desanya tenggelam gitu, kemudian banyak juga yang beralih profesi misalkan mereka melaut jadi buruh," katanya.

Berbagai proyek strategis nasional yang berada di pesisir pantai membuat kondisi laut menjadi semakin memburuk.

Kondisi laut yang buruk itu ditunjukkan dengan jumlah tangkapan ikan yang terus menurun.

Sejumlah nelayan perempuan yang tergabung dalam Persaudaraan Nelayan Indonesia (PNI) dan Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) turut serta dalam aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia di dekat Istana Merdeka, Jumat (8/3/2024). (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)
Sejumlah nelayan perempuan yang tergabung dalam Persaudaraan Nelayan Indonesia (PNI) dan Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) turut serta dalam aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia di dekat Istana Merdeka, Jumat (8/3/2024). (Suara.com/Muhamad Iqbal Fathurahman)

Susan juga mengkhawatirkan tentang kondisi perikanan Indonesia di masa depan.

Melihat berbagai kesulitan nelayan hari ini, hal itu bisa menjadi pemicu anak muda tidak mau menjadi nelayan.

"Makin parah, misalkan 1 bulan mereka itu efektif cuma 10-15 hari melaut, oke lah itu memang siklusnya tetapi mereka itu pernah dapet ikan itu kurang dari satu kilo sehari, sedangkan ongkos mereka itu satu hari bisa 70-100 ribu ditambah lagi BBM sekarang susah. Jadi kemiskinan semakin banyak, semakin berkelindan dan yang kami takutkan nggak ada lagi anak muda yang mau melaut," jelasnya.

Dari berbagai kondisi ini, Susan berharap agar negara mampu untuk hadir dalam menjamin kebebasan ruang masyarakat pesisir. Terutama untuk mencari ikan, masyarakat menjadi kehilangan mata pencahariannya dan sumber kehidupannya.

"Bagaimana negara bisa hadir dan memastikan mereka bisa mengelola ruang lautnya, kan sekarang mereka udah gak bisa punya akses dan kontrol semua nya kan dari pusat. Misal di pesisir, tiba-tiba pemerintah mengeluarkan izin reklamasi itu mereka nggak bisa lagi masuk dan mereka diusir," tuturnya.

Terakhir, Susan juga meminta berbagai pihak agar kepedulian mereka terhadap masyarakat kecil terutama di pesisir jangan hanya di musim politik.

Sebab penderitaan mereka terjadi sepanjang waktu, maka mereka membutuhkan perhatian mereka setiap saat tidak hanya pada saat-saat tertentu.

"Jangan jadikan isu lingkungan dan masyarakat produsen pangan ini sebagai barang dagangan kalau musim politik mas, jadi jangan cuma dateng kalo mau nyalon, Lo kemana aje gitu kan," katanya. (Muhamad Iqbal Fathurahman)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Perempuan Sedunia, Simak 3 Kisah Inspiratif Perempuan Pengusaha Brand Lokal

Hari Perempuan Sedunia, Simak 3 Kisah Inspiratif Perempuan Pengusaha Brand Lokal

Press Release | Jum'at, 08 Maret 2024 | 15:02 WIB

Aksi Kaum Perempuan Geruduk Istana: Adili Jokowi Perusak Demokrasi!

Aksi Kaum Perempuan Geruduk Istana: Adili Jokowi Perusak Demokrasi!

News | Jum'at, 08 Maret 2024 | 14:22 WIB

Google Rayakan Hari Perempuan Internasional 2024 Lewat Doodle, Women Support Women

Google Rayakan Hari Perempuan Internasional 2024 Lewat Doodle, Women Support Women

Tekno | Jum'at, 08 Maret 2024 | 06:19 WIB

Cerita Melanie Subono Pakai Privilese Untuk Suarakan Perempuan (Part 1)

Cerita Melanie Subono Pakai Privilese Untuk Suarakan Perempuan (Part 1)

Video | Jum'at, 08 Maret 2024 | 10:00 WIB

Cerita Melanie Subono Manfaatkan Privilese Untuk Suarakan Isu Perempuan: Kita Harus Saling Menguatkan!

Cerita Melanie Subono Manfaatkan Privilese Untuk Suarakan Isu Perempuan: Kita Harus Saling Menguatkan!

wawancara | Jum'at, 08 Maret 2024 | 08:05 WIB

Melanie Subono Beri Tips Cara Nasihati Perempuan yang Jadi Korban Kekerasan: Cuci Otaknya Dulu

Melanie Subono Beri Tips Cara Nasihati Perempuan yang Jadi Korban Kekerasan: Cuci Otaknya Dulu

Lifestyle | Rabu, 06 Maret 2024 | 10:18 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×