Pengamat Ungkap Pemicu Sepinya Paslon Independen di Pilkada 2024: Beratnya Persyaratan hingga Peluang Menang Kecil

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 17 Juli 2024 | 22:15 WIB
Pengamat Ungkap Pemicu Sepinya Paslon Independen di Pilkada 2024: Beratnya Persyaratan hingga Peluang Menang Kecil
Bakal pasangan calon independen atau perseorangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana mengantarkan syarat dukungan maju di Pilgub DKI, Jakarta, Minggu (12/5/2024). ANTARA/HO-KPU DKI/am.

Suara.com - Jalur independen atau perseorangan non-partai politik (parpol) sebenarnya merupakan salah satu upaya yang bisa ditempuh bagi masyarakat yang ingin mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun, jalur ini kerap sepi peminat.

Sejauh ini untuk tingkatan provinsi, baru pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang sudah menempuhnya hingga tahap verifikasi faktual berkas. Dharma-Kun sempat hampir kandas upayanya karena dokumen pendaftarannya ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kemudian, ada lagi dua daerah di Jawa Tengah yang masih memiliki kontestan jalur independen, yakni di Sukoharjo dan Tegal.

Melihat kondisi ini, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan jalur independen Pilkada memang kerap sepi peminat karena sejumlah faktor. Pertama, persyaratan untuk mendaftar terlalu berat.

"Karena calon independen itu pertama persyaratannya luar biasa berat kan. Harus mengumpulkan KTP dalam jumlah banyak," ujar Ujang kepada Suara.com, Rabu (17/7/2024).

Dharma Pongrekun (YouTube/dr. Richard Lee)
Dharma Pongrekun (YouTube/dr. Richard Lee)

Pengumpulan KTP ini berbeda-beda tiap daerahnya. Jumlahnya berdasarkan presentase dari total penduduk di wilayah tersebut.

Kemudian, tiap pasangan calon (paslon) jalur independen juga harus membentuk tim dengan biaya sendiri. Berbeda dengan yang diusung parpol karena sudah memiliki mesin politik yang sudah pasti.

"Calon independen ini kan dia berjuang sendirian denagn timnya. Dalam konteks tertentu kekuatan uangnya juga jarang yang punya uang banyak," tuturnya.

Selanjutnya, calon independen biasanya kemungkinan menangnya lebih kecil dibandingkan yang diusung parpol. Apalagi, jika pesaingnya kerap menggunakan politik uang untuk bisa menang.

profil dan rekam jejak Kun Wardana Abyoto (YouTube/Dr. Leila Mona Ganiem)
profil dan rekam jejak Kun Wardana Abyoto (YouTube/Dr. Leila Mona Ganiem)

"Ketiga, saya melihat calon independen itu potensi menangnya itu kecil, rendah. Maka tokoh-tokoh malas untuk maju di calon independen. Mereka lebih banyak membayar, membeli parpol untuk maju melalui parpol. Sehingga mereka tidak maju melalui jalur independen," jelasnya.

Jika sudah melawan politik uang, dana yang dimiliki calon independen biasanya lebih terbatas. Akhirnya masyarakat tak memilihnya karena lebih tergiur dengan uang.

"Ketika calon-calon dari partainya menebar uang maka mereka tidak akan memilih calon independen. Saya melihatnya seperti itu. Jadi aneh memang di kita ya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKS Terbitkan Lagi SK Dukungan Pilkada Besok, Khusus Khofifah-Emil di Jatim?

PKS Terbitkan Lagi SK Dukungan Pilkada Besok, Khusus Khofifah-Emil di Jatim?

Kotak Suara | Rabu, 17 Juli 2024 | 18:36 WIB

Elektabilitas Ahok Buntuti Anies, PDIP Makin Pede Hadapi Pilkada Jakarta: Kejutan Padahal Belum Di-declare!

Elektabilitas Ahok Buntuti Anies, PDIP Makin Pede Hadapi Pilkada Jakarta: Kejutan Padahal Belum Di-declare!

Kotak Suara | Rabu, 17 Juli 2024 | 15:18 WIB

Kans Makin Gede Maju Pilkada Jakarta, PDIP Puji Elektabilitas Ahok: Bisa Kalahkan Anies

Kans Makin Gede Maju Pilkada Jakarta, PDIP Puji Elektabilitas Ahok: Bisa Kalahkan Anies

Kotak Suara | Rabu, 17 Juli 2024 | 14:47 WIB

Dikalahkan Anies hingga Ahok, Alasan Golkar Tak Risau Elektabilitas Kaesang di Jakarta Cuma 1 Persen

Dikalahkan Anies hingga Ahok, Alasan Golkar Tak Risau Elektabilitas Kaesang di Jakarta Cuma 1 Persen

Kotak Suara | Rabu, 17 Juli 2024 | 06:05 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB