Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang menyoroti gelaran Formula E Jakarta 2023 mendapatkan sponsor dari BUMN. Sedangkan dalam Formula E 2022 tepatnya di era Anies Baswedan tidak mendapat sponsor BUMN.
Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto menyinggung bahwa segala cara akan dilakukan.
Giginn Praginanto pun mengatakan bahwa hal itu demi uang dan kekuasaan politik.
"Apapun akan dilakukan menteri BUMN demi cuan dan kekuasaan politik," ujar Gigin Praginanto dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @giginpraginanto, Senin (5/6).
Adapun dalam cuitan di akun Twitternya, Said Didu menyodorkan pertanyaan yang menyindir BUMN yang dinilai digunakan untuk politik kekuasaan.
"Apakah masih ada yang ingin membantah bahwa BUMN tidak digunakan untuk politik kekuasaan?," ujar Said Didu.
Kemudian, Said Didu pun menyoroti alasan Dirut Pertamina Nicke Widyawati tidak memberikan sponsor kepada Formula E 2022.
"Baca pernyataan Bu Dirut di 2022 alasannya lucu karena 2023 mobil balapnya tetap sama tidak pake produk Pertamina," imbuh Said Didu.
Sementara itu, diketahui bahwa pada Formula E 2022, BUMN tidak menjadi sponsor lantaran disebut proposal kerja sama acara dari panitia baru masif ke BUMN sekitar sebulan sebelum balapan.
Terkait hal itu, menurut Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga, sponsor perusahaan pelat merah harusnya diberikan tiga bulan atau setahun sebelum acara.
Sehingga bisa dilakukan kajian sebelum mengambil keputusan aspek bisnis dan kontribusi nilai sosial BUMN kepada masyarakat.