Pendukung Ganjar Pranowo itu pun menduga persoalan calon wakil presiden Anies inilah yang dikhawatirkan Mahfud MD menjadi hal yang berpotensi menjegal Anies.
"Sementara Demokrat sudah hampir putus asa hingga mewanti-wanti sesama teman koalisi sendiri, jika di bulan Juni ini tidak ada pengumuman/keputusan cawapres Abas, maka Demokrat akan pikir opsi lain," sambungnya.
Karena hal itu, Yusuf Dumdum pun menduga maksud dari Menko Polhukam mengatakan bahwa yang berpotensi menjegal Anies adalah partai pengusungnya sendiri, bukan pihak lain.
"Mungkin ini lah yang dimaksud oleh pak @mohmahfudmd, bahwa yang berpotensi menjegal Anies itu ya internal koalisi perubahan sendiri. Jadi jangan menyalahkan pihak lain (luar)," pungkasnya.
Adapun diketahui bahwa dalam survei SMRC, Ganjar Pranowo berhasil unggul. Ganjar memperoleh dukungan 37,9 persen, Prabowo Subianto33,5 persen, dan Anies Baswedan mendapatkan 19,2 persen.