Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti pertimbangan terkait posisi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menanggapi reaksi publik terkait hal itu.
Adapun reaksi publik yakni menyarankan agar AHY maju dalam Pilkada DKI Jakarta sebagai gubernur, bukan Pilpres 2024 jadi cawapres. Menurut Jhon Sitorus, hal itu menjadi ide terbaik.
"Ini ide terbaik untuk AHY. Biarkan AHY memproses diri sendiri tanpa bergantung pada sosok lain. 5 tahun tidak terlalu lama untuk membuktikan kinerja," tegas Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Rabu (7/6).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus pun meminta agar AHY tidak gengsi akan hal itu. Ia pun mencontohkan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju berawal dari walikota.
"Jangan gengsi, karena Pak Jokowi saja memulai dari Walikota. Nanti malah kesalip sama mas Gibran lalu malah tidak dapat apa-apa," imbuhnya.
Sementara itu, baru-baru ini, Demokrat mengeluarkan pernyataan terkait Anies Baswedan. Partai Demokrat merasa khawatir dengan semakin merosotnya elektabilitas dari Anies Baswedan. Pihaknya curiga hal ini karena tak kunjung jelasnya siapa calon wakil presiden dari sosok jagoan koalisi perubahan itu.
"Memang ada kecenderungan menurun dari survei Indikator karena mungkin, dugaan kami, hipotesa kami adalah lambannya proses deklarasi. Jadi kita akan mengajukan usul kepada Pak Anies agar bulan Juni ini segera dideklarasikan agar tidak semakin dalam jaraknya, makin jauh jaraknya," tutur Andi Arief.
Andi bahkan sampai memberikan ultimatum keras, jika tak ada deklarasi pasangan maka partainya kemungkinan besar akan melakukan evaluasi kembali.
"Kalau Juni belum deklarasi berpasangan, kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi," kata Ketua Bappilu Demokrat tersebut kepada wartawan, Senin (5/6/2023).