Pengamat Politik Rocky Gerung mengomentari perihal penurunan elektabilitas bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia per akhir Mei 2023, elektabilitas Ganjar Pranowo tersalip oleh elektabilitas Prabowo Subianto. Adapun elektabilitas Ganjar 34,2 persen semetnara elektabilitas Prabowo 38 persen.
Menurut Rocky, penurunan elektabilitas Ganjar disebabkan oleh faktor Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
“Turunnya elektabilitas Ganjar itu karena faktor Ibu Mega sebetulnya. Saya mau jujur terangkan itu dalam kalkulasi akademis,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Rabu (7/6/2023).
Rocky lantas mengumpamakan Ganjar dengan sebuah mobil mewah yang dipamerkan di sebuah showroom mobil.
Namun, mobil mewah tersebut tiba-tiba dicuri lalu dijual di pasar mobil bekas. Meskipun pada awalnya adalah mobil mewah, harga mobil tersebut dipastikan turun jika dijual di pasar mobil bekas.
“Bayangkan misalnya ada mobil sebut aja mobil mewah. Mobil mewah ya harganya mungkin 10 ribu dolar atau 100 ribu dolar. Dia ada di show room. Mobil yang sama tiba-tiba dicolong dimaling lalu dijual di pasar mobil bekas, ya pasti turun harganya walaupun mobilnya sama,” jelas Rocky.
Menurut ahli ilmu filsafat ini, mobil tersebut sama hal nya dengan Ganjar. Saat dirawat oleh Presiden Jokowi, Ganjar seperti barang mewah.
Namun, begitu dipindah tangan ke PDIP, valuasi Ganjar turun meskipun sebenarnya Ganjar masih Ganjar yang sama yang diasuh Presiden Jokowi.
“Ganjar juga begitu. Waktu dirawat oleh Jokowi, dia mewah. Karena dianggap ini penerus Jokowi. Begitu dipindah ke PDIP. Itu sama dengan pindahin mobil dari showroom ke pasar loak mobil bekas. Mobilnya sama tetapi valuasinya turun,” jelas Rocky.