Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi

Vania Rossa

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:43 WIB
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
Pengamat politik Syukur Mandar. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Pengamat politik Syukur Mandar menyatakan kemarahan masyarakat bersumber dari kebijakan Prabowo dan masalah masa lalu pemerintahan Jokowi.
  • Syukur Mandar mengingatkan Presiden Prabowo agar menghargai keresahan publik akibat masalah warisan pemerintahan Joko Widodo sebelumnya.
  • Mahasiswa dan masyarakat sipil diminta menguasai ruang publik untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat luas.

Suara.com - Pengamat politik Syukur Mandar menilai kemarahan masyarakat saat ini tidak hanya dipicu oleh kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, keresahan publik juga merupakan akumulasi persoalan dari masa pemerintahan sebelumnya yang dinilai belum terselesaikan hingga kini.

“Kemarahan rakyat hari ini bukan hanya sekadar mempersoalkan kebijakan-kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo, tetapi juga kebijakan masa lalu yang menimbun masalah hari ini. Itu juga bagian persoalan oleh publik,” ujar Syukur dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (19/8/2026).

Syukur mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Presiden Prabowo. Ia menilai pemerintah harus menghormati keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang ditinggalkan selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Makanya penting Presiden Prabowo, menghargai, menghormati kemarahan publik terhadap peninggalan sejarah 10 tahun Jokowi berkuasa, hutangnya menumpuk dan banyak persoalan yang ditinggalkan,” katanya.

Di tengah keresahan tersebut, Syukur juga menilai kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil memiliki peran penting dalam menyuarakan kondisi publik.

“Kekuatan-kekuatan strategis seperti mahasiswa, kelompok civil society ini harus masuk dan menguasai ruang publik,” ucapnya.

Ia menilai ruang publik perlu diisi dengan suara yang mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih luas.

Syukur pun mengingatkan bahwa kemarahan publik dapat berkembang secara perlahan dan mencari jalannya sendiri.

baca juga

Ia menyinggung adanya gerakan di Aceh serta gerakan separatis di Papua sebagai potensi yang menurutnya tidak boleh dianggap biasa.

“Kemarahan publik akan diluapkan perlahan-lahan sambil mencari jalannya,” ujar Syukur.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius

SBY Soroti Pidato Prabowo, Sebut Presiden Punya Target yang Ambisius

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×