Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto memberikan sindiran menohok terkait dengan kembali santernya isu penjegalan terhadap Anies Baswedan.
Pihaknya mengungkapkan bahwa seorang pemimpin seharusnya tak perlu takut akan segala ujian termasuk penjegalan selama mereka dekat dengan masyarakat. Hal ini terjadi ketika majunya sosok dari Joko Widodo (Jokowi).
Dirinya mengatakan bahwa orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut mendapatkan pernah mendapatkan banyak sekali upaya penjegalan dalam jalannya menuju kursi kepresidenan. Namun ujian-ujian tersebut dipatahkan lewat kepercayaan dari rakyat.
Kinerja Jokowi yang cemerlang hingga sikapnya yang dekat dengan wong cilik membuatnya memiliki ikatan kuat yang menjadikannya seorang memimpin sejati.
“Bahwa ketika politik itu berbasis kinerja, ketika politik itu mampu menyerap aspirasi rakyat, dan dituangkan di dalam narasi kemajuan, maka itu mendorong rakyat untuk bergerak bersama, terjadi bonding (ikatan dengan rakyat, red), kalau kata Ibu Megawati Soekarnoputri” ujar Hasto di sela Rakernas III PDIP hari ketiga, Kamis (8/6/2023).
Menurutnya, seorang pemimpin harus siap menghadapi ujian, tak perlu takut menghadapinya apalagi jika memiliki prestasi yang mumpuni.
Hasto meminta, sebagai seorang politikus, jangan malah memunculkan upaya pencitraan ‘seakan-akan diganjal padahal faktanya tidak’, agar mendapat perhatian.
“Pemimpin yang berprestasi selalu dihadapkan dengan ujian, tapi pemimpin yang tidak berprestasi menciptakan ganjalan-ganjalan seolah-olah seperti ujian,” ungkap Hasto.
Sebelumnya, Juru Bicara Anies Baswedan Sudirman Said buka-bukaan terkait dengan adanya upaya pelemahan gerbong dari koalisi yang akan mengusung sosok dari Anies Baswedan.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menurut pengakuannya telah ditemui seorang pejabat yang menawarkan sejumlah hal menarik mulai dari posisi sampai sumbangan material di Pilpres 2024.
Hal tersebut demi merebut partai tersebut dari gerbong koalisi perubahan yang berujung pada gagalnya pencapresan dari Anies.
"Sampai hari ini bergantian para pejabat negara, ada yang pemimpin partai, ada yang bukan, mendatangi PKS dengan misi implisit dan eksplisit. Misinya supaya PKS keluar dari koalisi dan majunya Pak Anies digagalkan," kata Sudirman Said di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (7/6/2023).