Pegiat media sosial Yusuf Dumdum menyoroti sikap relawan Pro-Jokowi (Projo) terkait PDI Perjuangan (PDIP) yang menyebut Jokowi memberikan dukungan penuh pada bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo.
Hal ini ditanggapi Yusuf Dumdum dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Yusuf Dumdum justru mengingat cerita soal Ketum Projo Budi Arie yang menurutnya pernah 'ngebet' ingin mendapat jatah sebagai menteri.
Yusuf Dumdum menyebut bahwa Budi Arie sampai ingin bubarkan diri jika keinginannya itu tidak terpenuhi.
"Wkwk kalau denger cerita doi ngebet pengen dapat jatah menteri, jujur saja jadi pengen ngakak. Sampai ngancam ingin bubarkan diri, tapi setelah dapet jatah wamen eh, gak jadi bubar," ujar Yusuf Dumdum dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @yusuf_dumdum, Jumat (9/6).
Lanjut, Yusuf Dumdum pun mengatakan bahwa sudah banyak yang mengetahui cerita soal Budi Arie yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).
"Saya yakin sudah banyak yang tahu cerita soal ini," tandasnya.
Sementara itu, terkait sikap Projo soal Jokowi yang mendukung penuh Ganjar, bahkan sampai menyatakan dalam diri Ganjar ada nyali dan keberanian, Projo mengatakan bahwa sikapnya masih menunggu perintah Jokowi.
"Kami masih menunggu perintah, arahan dan komando Jokowi soal Pilpres 2024. Projo 100 persen ikut Jokowi. Kami tegak lurus Pak Jokowi," kata Ketum Projo Budi Arie.
Budi tak masalah apabila parpol dan kelompok relawan lain telah menentukan arah dukungannya. Namun dia kembali menegaskan sikap Projo tunduk dengan perintah Jokowi.
"Buat parpol dan relawan yang sudah bersikap, silakan saja. Itu hak politik mereka dan kami saling menghormati. Yang pasti kami masih menunggu komando langsung Jokowi," ungkapnya.
Sedangkan Jokowi menyatakan pemimpin harus memiliki nyali dan keberanian yang besar. Dia menilai kedua hal tersebut ada di dalam diri bakal capres PDIP Ganjar Pranowo.
Pernyataan Jokowi disampaikan dalam Rakernas PDIP III di Jakarta, Selasa (6/6). Terlihat Jokowi duduk diapit oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Kepala Pusat Analisis dan Pengendali Situasi PDIP Prananda Prabowo, dan Ganjar Pranowo.
Jokowi menyatakan pemimpin harus punya nyali dan berani. Menurut Jokowi, dua hal itu ada dalam diri Ganjar Pranowo.
"Kalau pemimpin ke depan seperti Pak Ganjar Pranowo yang paling penting itu nyali itu nomor satu. Berani dan punya nyali itu nomor satu. Dan saya lihat Pak Ganjar punya," imbuh Jokowi.