Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyoroti ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada warga Singapura untuk tinggal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Hal ini ditanggapi Mardani Ali Sera dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Mardani Ali Sera mengungkapkan bahwa ajakan Jokowi itu sangat aneh.
Mardani Ali Sera mengungkapkan bahwa seharusnya Jokowi bisa mengajak masyarakat Indonesia terlebih dahulu.
"Aneh bin ajaib. Pak @jokowi seharusnya ajak masyarakat lokal dulu," ungkap Mardani Ali Sera juga mengatakan bahwa aturan kepemilikan properti antara asing dan lokal berbeda itu berbeda.
"Para pakar pertanahan mesti diajak diskusi tentang bab ini. Untuk urusan investasi tidak masalah, tapi penguasaan properti perlu aturan seksama," tandasnya.
Untuk diketahui, ajakan tinggal di Singapura tersebut disampaikan Jokowi saat memamerkan keunggulan IKN di Ecosperity Week di Singapura. Dia mengatakan bahwa IKN akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali dan berbisnis.
"Nusantara will be a comfortable city to live in and to do business. I know housing prices here have risen very high (Nusantara akan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali dan berbisnis)," kata Jokowi dalam pidatonya di Ecosperity Week di Singapura, yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Rabu (7/6/2023).
Selain itu, Jokowi mengajak warga Singapura berinvestasi di Indonesia. Jokowi memastikan pemerintah Indonesia memberikan berbagai macam insentif untuk para investor, seperti tax holiday, non-collected value-added tax, super deduction tax, hingga import duty. Terutama untuk industri energi hijau dan industri hijau.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menegaskan bahwa IKN sedang mengalami perkembangan infrastruktur yang signifikan, dengan rencana penyelesaian pembangunan pusat pemerintahan dan infrastruktur dasar pada tahun depan.
Semua ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menciptakan kota modern yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan berbisnis.