Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:41 WIB
Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menerima teror digital dan fisik sejak 9 Februari 2026 terkait surat kritik pada Presiden.
  • Teror berupa pesan asing dan penguntitan muncul setelah BEM UGM mengkritik kegagalan perlindungan hak pendidikan anak.
  • Kritik tersebut berfokus pada tragedi bunuh diri siswa NTT karena tidak mampu membeli buku seharga kurang dari satu dolar.

Suara.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mendapat berbagai bentuk teror oleh orang tak dikenal.

Berbagai intimidasi itu muncul setelah Tiyo melayangkan surat terbuka bernada keras kepada Direktur Eksekutif UNICEF untuk menegur Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal melindungi hak pendidikan warga negara.

Surat itu berkaitan dengan tragedi bunuh diri yang menimpa bocah berinisial YBS (10) di NTT dipicu oleh ketidakmampuan membeli buku dan pulpen seharga kurang dari satu dolar AS.

"Kita mendapatkan teror dalam bentuk pesan-pesan dari nomor yang tidak dikenal, tetapi kontaknya adalah kontak Inggris Raya," ungkap Tiyo saat ditemui di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026).

Tiyo mengungkapkan bahwa intimidasi tersebut dilakukan melalui pesan singkat dari sedikitnya enam nomor telepon berbeda. Uniknya, nomor-nomor yang digunakan terlacak menggunakan kode negara asing.

"Jadi kontaknya kontak asing. Maka saya heran kalau ada beberapa buzzer yang mengatakan kita antek asing. Lho, wong yang nyerang teror kita justru nomornya nomor asing, kok kita malah antek asing," ucapnya.

"Jangan-jangan antek asing adalah mereka yang nyuruh orang-orang ini supaya neror kita," imbuhnya.

Bentuk ancaman yang diterima Tiyo sangat beragam bahkan menjurus pada tindak kriminal. Ia mengungkap bahwa berbagai teror itu diterima sejak Selasa (9/2/2026) lalu dan berlangsung hingga sekarang.

"Ada ancaman penculikan, ada ancaman, untuk katanya membuka aib. Sampai sekarang masih [ada teror]," tuturnya.

baca juga

Tak hanya di ruang siber, intimidasi juga merambah ke dunia nyata melalui aksi penguntitan. Tiyo menceritakan pengalaman pribadinya saat dibuntuti oleh orang tidak dikenal ketika sedang berada di sebuah kedai.

"Ada juga pengalaman sempat diuntit. Dari jauh ada orang yang menguntit sekaligus memfoto. Tetapi ketika kami kejar, dia sudah segera pergi. Ini alarm yang menunjukkan bahwa demokrasi kita tidak baik-baik saja," ungkapnya.

Menurut Tiyo, rangkaian serangan ini sebagai bentuk ketidakmampuan pihak tertentu dalam merespons kritik secara sehat. Sehingga kemudian bermanifestasi menjadi ancaman fisik dan digital.

"Teror ini adalah bahasa kekuasaan yang gagal menjelaskan pikirannya. Bagi kami, orang yang cinta pada bangsanya, apa pun ekspresinya harus dilindungi, tidak boleh dianggap sebagai ancaman," tegasnya.

Ia berharap teror dan penguntitan yang dialaminya menjadi peristiwa terakhir dan tidak menimpa aktivis atau lembaga lain yang sedang memperjuangkan keadilan.

"Di dalam negara demokrasi, kebebasan bukan diberikan oleh negara, tapi ada dalam dirinya sebagai warga negara," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:07 WIB

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 20:18 WIB

Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!

Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:44 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua

Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB

Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:38 WIB

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:19 WIB

Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan

Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 12:35 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×