Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti Partai NasDem yang mulai menyalahkan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Adapun gejolak perpolitikan jelang Pilpres 2024 yang semakin memanas. Terlebih lagi terkait bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan yang elektabilitasnya melorot.
Hal tersebut ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones menyinggung pernyataan tersebut yang disampaikan oleh salah satu elite Partai NasDem.
Eko Jhones bahkan heran dengan perlakuan apa dari sosok yang berbicara seperti itu terhadap Anies Baswedan.
"Lagi-lagi Ahmad Ali bikin gaduh terus dan menyalahkan. Emang apa yang sudah diperbuat Ahmad Ali untuk Anies Baswedan?," ungkap Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Selasa (13/6).
Lebih lanjut, Eko Jhones pun mengatakan bahwa jika sampai Demokrat dan PKS mengurungkan niat tidak mengusung Anies Baswedan, sudah dipastikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu gagal jadi Capres 2024.
"Kalau Demokrat dan PKS balik kanan gegara asbunnya Ahmad Ali NasDem, Anies Baswedan wasalam gak bisa nyapres!" tandasnya.
Sementara itu, diketahui soal NasDem mulai menyalahkan Demokrat dan PKS itu seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali.
Bahkan Ahmad Ali sebutkan ketidakseriusan Partai Demokrat dan PKS menyebabkan elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan ketiga setelah bacapres lainnya, seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
"Ya harusnya itu lah poin pertama (tidak maksimal sosialisasi Anies), harusnya itu lah uang menjadi (permasalahan) kita. Koalisi kan sudah terbentuk, di dalam koalisi ini yang disepakati itu hanya 1 poin, tentang capres," ucapnya.
"Kemudian ketika ini sudah terbentuk koalisinya kan satu bekerja kan, bekerja bersama untuk sosialisasikan Pak Anies. Tetapi menurunnya elektabilitas ini, ada apa? Karena belum ada wakil? Atau karena anggota koalisi belum sosialisasikan saja, belum maksimal," sambung Ahmad Ali.
Oleh karena itu, Anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh tim 8 untuk mengakselerasi kerja-kerja menyukseskan Anies Baswedan di bursa Pilpres 2024.
Bahkan, Ali mewakili pihaknya mengaku, tengah mendorong Partai Demokrat dan PKS agar gencar melakukan sosialisasi Anies Baswedan sebagai bacapres kepada masyarakat.
"Ya, harusnya itu. Ya tidak khawatir. Maka terjebak dengan, misalnya kewenangan tadi. Kewenangan Pak Anies lewat piagam deklarasi itu. Kerja-kerja politik itu kan kerja panjang, konsolidasi, kerja bersama, terus hasilnya kita akan rasakan sendiri kok," tandasnya.