liberte

Rubuh Enggaknya Koalisi Perubahan di Tangan Demokrat atau Anies?

Suara Liberte Suara.Com
Rabu, 14 Juni 2023 | 13:34 WIB
Rubuh Enggaknya Koalisi Perubahan di Tangan Demokrat atau Anies?
Bacapres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan hadiri acara deklarasi relawan Amanat Indonesia (ANIES di Senayan. (Suara.com/Fakhri)

Perbedaan pandangan dalam menentukan strategi politik memang berbeda-beda antarpartai. Namun Partai Demokrat memilih jalan yang lebih cepat, yaitu taktik menentukan calon wakil presiden (cawapres) lebih awal.

Demokrat yang masuk dalam Koalisi Perubahan bersama dengan Partai NasDem dan PKS telah mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres). Ini berarti mereka tinggal memilih cawapresnya saja.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Jansen Sitindaon mengungkapkan bahwa partainya menggunakan "mazhab" yang lebih ilmiah untuk menyiasati modal yang terbatas. Itu karena berada di luar kekuasaan berarti hanya memiliki modal waktu.

"Makanya muncul istilah time is money. Jadi jangan kita sudah tidak punya modal uang, kita di luar pemerintahan, tiba-tiba modal berharga kita, waktu, terbuang sia-sia begitu saja," ujar Jansen kepada CNN Indonesia Newsroom, dikutip Liberte Suara, Rabu (14/6/2023).

Inilah yang kemudian membuat Demokrat "mengevaluasi" Koalisi Perubahan. Bisa jadi, tambah Jansen, partai di koalisi menyamakan menentukan cawapres ini seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta lalu.

"Kita jangan samakan Pilpres 2024 dengan Pilkada DKI lalu. Pilpres ini besar, menyangkut masyarakat Indonesia, sedangkan Pilkada kecil," tambahnya.

Demokrat mengaku terus meminta Anies untuk segera mengumumkan pendampingnya untuk pilpres sebagai bagian dari evaluasi yang ada. Ini dianggap menentukan nasib dari koalisi ketiga partai tersebut.

Masalahnya, Anies berada di posisi ketiga dalam banyak survei baru-baru ini. Jansen menyebut, jika nama cawapres telah ada, makan koalisi tinggal memantapkan posisi mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan mengereknya ke peringkat lebih baik.

"Itu merupakan bentuk sayang kami (Demokrat) pada koalisi dan untuk menjawab banyak pihak roboh atau tidaknya. Dan kalau tetap ada, capres kita bisa mengejar capres di atasnya dalam survei," papar Wasekjen Demokrat itu.

Baca Juga: Pantesan Tak Pernah Diungkap Lembaga Survei, Ternyata Faktor Ini yang Membuat Ganjar Pasti Kalah di Putaran Kedua Hingga Istana Kelabakan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI