Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menyebut bahwa pertemuan Jokowi dengan Ganjar Pranowo itu sebetulnya memang diperlukan.
"Presiden Republik Indonesia sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sinergi antara pimpinan dan bawahan seperti ini sangat diperlukan," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Rabu (14/6).
Jhon Sitorus mengatakan bahwa sinergi seperti Ganjar Pranowo dengan Jokowi itu diperlukan demi kemajuan Indonesia.
"Untuk kemajuan Indonesia," ucapnya.
Lebih lanjut, Jhon Sitorus pun bersorak bahwa sungguh harmoni yang indah tampak dari pertemuan Jokowi dengan Ganjar Pranowo.
"Pimpinan mengayomi bawahannya, bawahan menghormati pimpinannya. Sungguh harmoni yang indah," pungkasnya.
Sementara itu, Ganjar Pranowo mengaku dalam pertemuan itu juga terselip pembahasan soal politik 2024.
"Selalu ada (pembahasan politik). Kalau saya bertemu Pak Jokowi, selalu ada perbincangannya soal itu (politik)," kata Ganjar melalui keterangan tertulis, Selasa (13/6/2023).
Dalam pertemuan itu, Jokowi lanjut Ganjar juga bertanya soal pertemuan antara pimpinan partai dan komunikasi antar partai. Jokowi, kata Ganjar, selalu memantau pergerakan itu setiap hari.
"Jadi saat pimpinan partai ketemu partai lain, beliau selalu memantau. Tadi beliau tanya saya, tahu berita itu (pertemuan antar pimpinan partai) tidak Pak Gub? Saya jawab memantau pak. Kata beliau tadi, itu bagus untuk demokrasi di Indonesia. Ya selalu ada perbincangan politik kalau bertemu Pak Jokowi," tuturnya.
Lebih lanjut, Ganjar juga menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Jokowi tadi juga dalam rangka membahas soal penataan Kawasan Borobudur.
"Iya, tadi rapat terbatas soal penataan Kawasan Borobudur. Jadi rapat dipimpin langsung pak Jokowi dengan Kementerian terkait. Intinya bagaimana proyek ini cepat beres," kata Ganjar dikutip dari Detik.
Dalam rapat itu lanjut Ganjar, Jokowi meminta semua pihak baik Kementerian, Provinsi sampai Kabupaten/Kota yang terkait penataan Kawasan Borobudur melakukan percepatan. Proyek Strategis Nasional itu diharapkan Jokowi selesai tepat waktu.
"Tadi pak Menko Marinvest menyampaikan harus ada Lembaga tunggal yang mengelola Borobudur. Pak Menag menyampaikan mesti ada satu ruang untuk ibadah umat Budha. Sementara kami di Provinsi dan Kabupaten Magelang diminta mengambil peran masing-masing untuk menyelesaikan apa yang belum selesai," terangnya.