Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti sudah adanya sinyal Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bakal melakukan pertemuan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus mengatakan bahwa
"Setelah Demokrat, NasDem antre bertemu Puan Maharani," ungkap Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Rabu (14/6).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus mengungkapkan bahwa NasDem semakin mengakui terkait keputusannya mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 nanti.
"Makin kesini, NasDem makin mengakui jika keputusannya mengusung bapak politik identitas adalah blunder," jelas Jhon Sitorus.
Jhon Sitorus pun menyebut bahwa 'silaturahmi' ke PDIP itu ialah niat baik dan patut diapresiasi.
Tak hanya itu, menurut Jhon Sitorus, kehilangan capres itu lebih baik daripada mesti kehilangan konstituen.
"Bersilaturahmi dengan PDIP adalah niat baik yang patut diapresiasi. Karena lebih baik kehilangan Capres daripada konstituen," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto belum bisa menjelaskan ihwal waktu pertemuan Surya Paloh dan Puan Maharani.
Adapun hal tersebut juga merespons terkait adanya wacana pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Putri dari Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Saya kira memang belum (terjadwal) ya. Tetapi bahwa ke arah sana sinyalnya sudah ada," kata Sugeng seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Ia memastikan kalau wacana Surya Paloh untuk bertemu dengan Puan Maharani itu ada, dan sebagai kader, dirinya bersama anggota Partai NasDem mendorong wacana itu.
"Ada, ada, ada, dan itu harus kita dorong ke sana. Gak perlu di antara kita ini namanya politik zero same game. Di dalam point konteks politik yang ini," ujarnya.
Menurut dia, rencana pertemuan antara AHY dengan Puan tak ada yang perlu dipermasalahkan. Sebab, di dalam dinamika politik, kondisi elite partai saling mengunjungi adalah hal yang wajar.
Terlebih, untuk membuat adem kondisi perpolitikan saat ini, terlebih menjelang Pemilu 2024.
"Justru dengan begini, begini maka terhindar dengan apa yang disebut social unrest (kekacauan sipil), ketegangan-ketegangan yang tidak perlu," tandasnya.