Politikus Golkar, Andi Sinulingga menyoroti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengatakan Indonesia telah menemukan pola untuk masuk kelompok negara berpenghasilan tinggi (high income country).
Hal itu ditanggapi Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini menyinggung pernyataan Luhut yang meminta kalau presiden baru tidak usah bicara perubahan.
Andi Sinulingga mengherankan 'jalur benar' yang dimaksud Luhut. Pasalnya, menurut dia, 9 tahun kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) justru hanya buang-buang waktu, tak menghasilkan kinerja yang maksimal.
"Di Jalur benar apaan mas? 9 tahun terbuang percuma tanpa hasil maksimal, kecuali jalan berbayar. Masak mau nobatkan presiden Jokowi sebagai Bapak Jalan Berbayar," ujar Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Kamis (15/6).
"Bahkan pemerintahan kolonial Belanda bikin jalanan tidak pungut bayaran dari rakyat," tandasnya.
Sementara itu, Luhut menyebut kebijakan seperti hilirisasi industri merupakan salah satu resep terwujudnya pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk bisa mencapai high income country.
"Sekarang kita sudah ketemu pattern (pola) untuk menjadi negara high income country, itu saya kira bisa kita lakukan, karena juga dari segi demografi bonus, kekayaan alam, downstream industry, digitalisasi, kemudian dana desa, itu ingredients daripada untuk membuat Indonesia hebat," kata Luhut di sela Jakarta Geopolitical Forum ke-7 di Jakarta, Rabu (14/6).
Dilansir dari CNN, Luhut berharap presiden selanjutnya meneruskan resep yang dimiliki Indonesia untuk menjadi high income country. Menurutnya, jika tidak fokus, tujuan itu tidak akan tercapai.
"Saya berharap siapapun presiden ke depan harus melakukan ini, tidak usah bicara perubahan lah, bagaimana menyempurnakan, mempercepat proses ini, supaya generasi kalian juga bisa nanti melihat itu, karena kalau tidak kita fokus pada pekerjaan ini, belok-belok, nanti tidak jalan," katanya.
Informasi tambahan, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan gross national income (GNI) per kapita dalam 4 kategori, yaitu low income (US$ 1.035), lower-middle income (US$1.036-US$4,045), upper middle income (US$4.046-US$12.535), dan high income (lebih dari US$12.535). Adapun saat ini, Indonesia berada pada posisi upper-middle income.