Dalam paparannya, Ganjar menyebutkan bahwa proses pembangunan Jateng dimulai dari perencanaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan perempuan, penyandang disabilitas, hingga anak-anak.
Menurut Ganjar, program pembangunan di Jateng tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pencegahan stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta pernikahan dini.
Ganjar mengatakan bahwa keterlibatan kelompok-kelompok tersebut juga dilakukan demi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberi masukan secara luas. Hal ini dilakukan agar setiap kelompok masyarakat, terutama yang termasuk dalam kategori marjinal, mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Di samping itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkap tujuan pemberian Penghargaan Pembangunan Daerah yaitu untuk berbagi pengalaman dari daerah terkait inovasi, kebijakan pembangunan dan sebagainya.
"Tujuan utama PPD adalah kita ingin mendapatkan satu pengalaman dari daerah terkait inovasi, kebijakan pembangunan yang dikembangkan di daerah berdasarkan skala masing-masing di daerah, skala masalah, skala kapasitas dalam hal pembiayaan, ASN yang tersedia, dan birokrasi," ucap Menteri Suharso di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (14/6).