Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mewanti-wanti agar tidak salah memilih pemimpin demi keberlangsungan Indonesia yang menghadapi banyak tantangan ke depan.
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu mengatakan bahwa Jokowi ternyata akhirnya paham kalau mendekati 10 tahun masa jabatannya keadaan tidak normal.
"Ternyata Bapak sudah paham bahwa sudah mendekati 10 tahun terakhir keadaan tidak normal," ungkap Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Senin (19/6).
Sementara itu, Jokowi mengatakan bahwa salah memilih pemimpin bisa membuat keadaan yang awalnya normal menjadi abnormal. Jokowi bicara demikian saat menghadiri acara GK Center Galang Keberlanjutan di Jakarta, Sabtu (17/6).
"Jangan sampai keadaan yang normal karena kekeliruan kita memilih pemimpin, jadi keadaannya tidak normal," ucap Jokowi.
Jokowi menyampaikan bahwa tantangan Indonesia ke depan tidak akan mudah karena situasi global yang semakin tak menentu.
Tercermin dari tekanan keuangan yang melanda berbagai negara sehingga harus meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF). Krisis pangan juga berpotensi membuat harga pangan kian melejit.
Atas dasar itu, Jokowi pun mewanti-wanti soal pilihan masyarakat atas pemimpin Indonesia berikutnya.