Pegiat media sosial Chusnul Chotimah mengungkapkan dua sosok yang bisa jadi pasangan terbaik calon presiden (capres) - calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang yakni Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dengan Menteri BUMN Erick Thohir.
Hal itu ditanggapi Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah menyebutkan bahwa alasan dua sosok itu jadi pasangan terbaik yakni terkait keberlanjutan program yang sudah diupayakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Chusnul Chotimah mengatakan bahwa Ganjar Pranowo dan Erick Thohir bisa melanjutkan program pembangunan Jokowi.
"Pasangan terbaik yang bisa meneruskan pembangunan pak @jokowi termasuk menjaga Pancasila dari kadrun ormas terlarang," ungkap Chusnul Chotimah dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ch_chotimah2, Selasa (20/6).
Sementara itu, sebelumnya, Chusnul Cotimah mendukung agar Ganjar Pranowo meminang Erick Thohit jadi cawapresnya. Ia melihat menteri andalan dan kepercayaan Jokowi itu sebagai pasangan yang cocok bagi Gubernur Jawa Tengah (Jateng).
"Jangan sampai yang begini (Erick Thohir) diambil pihak lain pak @ganjarpranowo," ungkapnya.
Ia kemudian mengatakan alasan mengapa Erick Thohir cocok untuk menjadi pendamping Ganjar Pranowo. Alasan pertama adalah Ketum PSSI tersebut memiliki elektabilitas tinggi sebagai cawapres.
Terbukti berdasarkan hasil survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) periode 5 hingga 13 Juni 2023, Erick Thohir mendapatkan elektabilitas tertinggi sebagai cawapres secara personal maupun berpasangan dengan Ganjar Pranowo. Secara personal Eks Presiden Inter Milan ini memperoleh elektabilitas cawapres tertinggi di angka 15,5 persen.
Erick Thohir mengungguli Menkopolhukam Mahfud MD dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kemudian ketika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, sebanyak 26,8 persen masyarakat manyatakan dukungannya kepada Erick Thohir. Menurut Chusnul, Erick Thohir menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk pendamping Ganjar Pranowo.
Kedua, Chusnul mengatakan Erick Thohir merupakan pemimpin yang sangat dekat dengan generasi muda atau milenial Indonesia.
"Elektabilitas tinggi, dekat dengan milenial, kader NU, tidak punya rekam jejak politik identitas dan dekat dengan kelompok radikal," pungkas Chusnul Chotimah.