Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti adanya bocoran bahwa Partai NasDem akan semakin dihajar jikalau menerima calon wakil presiden (cawapres) yang ada dikantongi oleh bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Hal tersebut ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa hal itu membuat NasDem terlihat alot soal cawapres bagi Anies Baswedan.
"Wow pantaslah NasDem alaot dan terkesan menolak apa yang sudah ada di kantong Anies Baswedan," ungkap Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Selasa (20/6).
Lebih lanjut, Eko Jhones memprediksikan bahwa cawapres yang ada dikantong Anies Baswedan ialah nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hal tersebut lantaran Eko Jhones melihat kalau ada dua elite NasDem yang kerap menolak tegas AHY.
"Klo gw prediksi yang ada dikantongan Anies itu mas AHY. Karena elit NasDem ada dua org yang terang terangan menolak mas AHY Gus Choy dan Mad Ali," tandasnya.
Sementara itu, bocoran tersebut disampaikan oleh salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @DalamIstana. Akun tersebut mengatakan bahwa salah satu alasan NasDem sulit menerima cawapres yang dikantongi Anies yaitu terkait kabar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadi tersangka KPK.
"Menurut bocoran yang gw dapet inilah salah satu kenapa Nasdem sulit menerima bacawapres yang dibisikin oleh Anies," ucap akun Twitter yang menamakan diri sebagai mantan orang dalam istana.
"Karna jika dia terima maka nasDem ini akan semakin di hajar. ini sudah yang ke dua, yang ke 3 baru kelar di loby faksi UGM. semoga aman aman saja," sambungnya.
Adapun saat ini, ada tiga partai yang tergabung dalam koalisi tersebut yakni Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali merespon pernyataan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief yang mengatakan akan mengambil opsi lain seandainya tidak ada kepastian deklarasi capres-cawapres hinnga Juni mendatang.
Dia menduga pernyataan tersebut salah satunya bermakna keinginan untuk keluar dari koalisi pengusung Anies jika AHY tidak menjadi cawapres Anies.
Menanggapi hal itu, Andi Arief justru mengembalikan pertanyaan serupa kepada Ahmad Ali dan partai besutan Surya Paloh itu.
Andi mempertanyakan apakah NasDem akan keluar dari koalisi seandainya Anies memutuskan AHY menjadi cawapres pendampingnya.
"Menurut Mat Ali gertakan Demokrat hanya untuk memaksakan AHY menjadi Cawapres Anies dan akan cabut dari koalisi bisa membuat kita berbalik tanya: pada Mat Ali jika Anies memilih AHY apakah Nasdem akan cabut dari koalisi?," tanya Andi Arief, di akun Twitter miliknya pada Jumat (9/6/2023).