Diskriminasi Tinggi, Akademisi Nilai Pemerintah Absen Memenuhi Hak-hak Penyandang Disabilitas

Suara Liberte

Selasa, 20 Juni 2023 | 19:03 WIB
Diskriminasi Tinggi, Akademisi Nilai Pemerintah Absen Memenuhi Hak-hak Penyandang Disabilitas
Pekerja di Sanggar Organ Prosthetic membuat tangan dan kaki palsu untuk membantu kaum Disabilitas di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Minggu (29/1/2023). (Suara.com)

Diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di Indonesia masih tinggi. Ketidakhadiran negara menjadi salah satu penyebab orang-orang berkebutuhan khusus ini belum diperlakukan secara adil.

Akademisi Universitas Gadjah Mada menilai bahwa negara absen memberikan jaminan dan perlindungan bagi penyandang disabilitas. Berbagai layanan publik yang seharusnya menjadi hak penyandang disabilitas juga masih terbatas.

"Negara harus hadir dan menjamin hak-hak penyandang disabilitas," kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM Danang Arif Darmawan.

Pemerintah, kata Danang, masih mendefinisikan kemiskinan hanya dari perspektif ekonomi. Padahal, rumah tangga yang memiliki penyandang disabilitas sangat berpotensi mengalami kerentanan menjadi miskin.

“Seharusnya kemiskinan tidak hanya didefinisikan dari perspektif ekonomi saja, tetapi juga aspek sosial seperti keluarga dengan penyandang disabilitas ini,” terangnya.

Pemerhati masalah sosial ini mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas memiliki pengeluaran lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga lainnya, terutama untuk biaya perawatan difabel.

Ia melanjutkan, pendidikan bagi penyandang disabilitas juga masih timpang. Akses pendidikan dasar hingga lanjutan mesti diperhatikan. Lebih dari itu, pemerintah wajib menjamin keberlanjutan dalam menjalani proses pendidikan.

“Dalam pemberian dana pendidikan tidak bisa disamaratakan dengan sekolah umum seperti pemberian BOS atau BOSDA. Namun, aspek lain seperti penunjang pendidikan dan kesehatan juga harus dijamin,” ujar Danang.

Selanjutnya, dosen FISIPOL UGM itu mengajak masyarakat meningkatkan kesadarannya terhadap keberadaan difabel. Sampai saat ini, masyarakat masih melakukan diskriminasi.

baca juga

Seharunya, penyandang disabilitas diperlakukan sama dengan kelompok masyarakat lainnya. 

“Kebijakan pendidikan inklusi selama ini sudah baik, tetapi jangan sampai masyarakat justru mengekslusi penyandang disabilitas ini,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Rekam Jejak Ucok Baba: Jadi Caleg dari PPP, Ingin Perjuangkan Hak Difabel

Inilah Rekam Jejak Ucok Baba: Jadi Caleg dari PPP, Ingin Perjuangkan Hak Difabel

Kotak Suara | Sabtu, 17 Juni 2023 | 15:17 WIB

Kisah Tunanetra yang Berjualan Kerupuk di Pejaten Timur Sejak 2013

Kisah Tunanetra yang Berjualan Kerupuk di Pejaten Timur Sejak 2013

Your Say | Selasa, 13 Juni 2023 | 10:55 WIB

Gelar Aksi Sosial Menjelang HUT ke-51, Wahana Donasikan Prostetik untuk Penyandang Disabilitas Tidak Mampu

Gelar Aksi Sosial Menjelang HUT ke-51, Wahana Donasikan Prostetik untuk Penyandang Disabilitas Tidak Mampu

Otomotif | Rabu, 07 Juni 2023 | 19:21 WIB

Terkini

Rugi Triliunan Gara-Gara Mobil Listrik Honda Pilih Main Aman Lewat Teknologi Hybrid

Rugi Triliunan Gara-Gara Mobil Listrik Honda Pilih Main Aman Lewat Teknologi Hybrid

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:30 WIB

Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli

Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:28 WIB

Intinya Penelitian! Tips Lulus S3 Tepat 3 Tahun bagi Dosen ala Mendiktisaintek Brian Yuliarto

Intinya Penelitian! Tips Lulus S3 Tepat 3 Tahun bagi Dosen ala Mendiktisaintek Brian Yuliarto

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:27 WIB

Jeda Hidrasi, Kunci Swiss Bantai Bosnia di Piala Dunia 2026

Jeda Hidrasi, Kunci Swiss Bantai Bosnia di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

Tak Banyak yang Tahu! Tawanan Perang Jadi Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia

Tak Banyak yang Tahu! Tawanan Perang Jadi Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

Satpam Supermarket di Tambora Ditangkap Usai Gasak Sembako Rp 70 Juta untuk Judi Online

Satpam Supermarket di Tambora Ditangkap Usai Gasak Sembako Rp 70 Juta untuk Judi Online

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood

The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

Piala Dunia Penuh Berkah: Ibu Dapat Visa AS, Vozinha Siap Tempur Demi Tanjung Verde

Piala Dunia Penuh Berkah: Ibu Dapat Visa AS, Vozinha Siap Tempur Demi Tanjung Verde

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:24 WIB

Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN

Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:17 WIB