PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 05 Mei 2026 | 16:40 WIB
PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang
Sekjen PKB Hasanuddin Wahid. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menyatakan partainya bersikap fleksibel terkait besaran ambang batas parlemen dalam revisi undang-undang pemilu mendatang.
  • PKB menekankan bahwa penentuan angka ambang batas harus mengutamakan kedaulatan rakyat agar tidak menghilangkan suara sah pemilih.
  • Hasanuddin menyarankan penyeragaman ambang batas antara tingkat nasional dan daerah guna menjaga stabilitas sistem politik yang akuntabel.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasanuddin Wahid, angkat bicara mengenai dinamika pembahasan ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold/PT) di tengah Revisi UU Pemilu belum dibahas. 

Menanggapi berbagai usulan, termasuk saran dari Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra terkait perhitungan berbasis jumlah komisi di DPR, PKB menyatakan posisi yang fleksibel namun tetap memegang prinsip dasar demokrasi.

Ia menegaskan, bahwa hingga kekinian PKB belum mematok angka pasti untuk besaran PT di masa depan. Fokus utama PKB adalah memastikan bahwa aturan tersebut tidak mengabaikan kedaulatan rakyat.

"Soal PT, itu kita belum mematok harus angkanya berapa. Tetapi pola pikirnya, cara menghitungnya itu begini, bahwa bagaimana PT ini tidak memberangus suara yang sah. Jadi kan kedaulatan rakyat itu kan dihitung dengan suara mereka. Nah, bagaimana mau PT ini tidak sampai kemudian menghilangkan suara yang sudah masuk," ujar Hasanuddin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (5/5/2026). 

Meskipun mengedepankan perlindungan suara pemilih, Hasanuddin mengakui bahwa ambang batas parlemen tetap diperlukan sebagai instrumen penguatan sistem politik dan stabilitas demokrasi di Indonesia.

"Sebagai sebuah pelembagaan politik dan demokrasi, memang PT itu perlu, agar politik kita semakin stabil, kemudian pelembagaan demokrasinya juga semakin bagus," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dinamika demokratisasi harus menuju kemapanan dengan sistem politik yang akuntabel. 

"Menjamin jalannya politik di Indonesia semakin baik, berkualitas, dan juga tidak terjadi tirani mayoritas dan diskriminasi kepada minoritas," imbuh pria yang akrab disapa Cak Udin ini.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dukungan PKB jika angka PT dinaikkan di atas 4 persen, Hasanuddin menyebut pihaknya sangat terbuka terhadap diskusi asalkan memiliki landasan argumen yang kuat.

baca juga

"Ke soal angka, PKB relatif ya, fleksibel aja. Tapi ukurannya yang saya tadi itu. Kan kalau empat, lima, tujuh atau berapapun itu kan harus ada reasoning yang dibangun bersama. Nah, kalau reasoning-nya sama, untuk yang saya sebut tadi, PKB pasti setuju," tuturnya.

Terkait adanya usulan pemberlakuan ambang batas di tingkat DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Sekjen PKB menyarankan agar aturan tersebut diseragamkan dengan hasil di tingkat nasional untuk menjaga stabilitas.

"Ya ambang batas ngikutin yang nasional aja. Jadi lebih stabil, gitu kan? Jadi kalau ambang batas diberlakukan nasional, yang dapat PT nasional mungkin sampai ke bawah gitu... Tapi jangan dipisahkan antara ambang batas nasional dengan daerah. Nah, itu malah rancu nanti," tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa komunikasi antarpartai politik mengenai aturan main pemilu ini terus berjalan dengan baik tanpa ada hambatan berarti.

"Nggak, nggak ada. Sampai selama ini nggak ada deadlock-nya. Kita sih komunikasi aktif ya dengan semua partai. Ya relatively kita bisa saling memahami, kemudian saling apa namanya, berdiskusi lebih lanjut, nggak ada deadlock sampai sekarang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:10 WIB

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:42 WIB

Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik

Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Modus Minta Salaman Berujung Kecupan, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Modus Minta Salaman Berujung Kecupan, Kasatpol PP Tangerang Dilaporkan ke Polisi

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:27 WIB

Jalur Sepeda di Jakarta Tetap Dipertahankan, Dishub DKI Bakal Evaluasi Sejumlah Ruas

Jalur Sepeda di Jakarta Tetap Dipertahankan, Dishub DKI Bakal Evaluasi Sejumlah Ruas

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:27 WIB

Kipas Angin Gantung yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Beserta Harganya

Kipas Angin Gantung yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Beserta Harganya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:25 WIB

Weton Ketemu 31 Artinya Apa dalam Perjodohan? Ini Maknanya

Weton Ketemu 31 Artinya Apa dalam Perjodohan? Ini Maknanya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:25 WIB

Spontan Tapi Tak Bermutu, Sentilan Pedas Ryaas Rasyid untuk Pidato Prabowo

Spontan Tapi Tak Bermutu, Sentilan Pedas Ryaas Rasyid untuk Pidato Prabowo

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:23 WIB

Puncak HUT Ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Upacara Dialihkan ke Cilangkap

Puncak HUT Ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Upacara Dialihkan ke Cilangkap

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:20 WIB

Paradoks Prestasi Akademik: Ketika Nilai Bagus Justru Jadi Bahan Ejekan

Paradoks Prestasi Akademik: Ketika Nilai Bagus Justru Jadi Bahan Ejekan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:20 WIB

Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?

Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:18 WIB

Menkeu Suahasil Merapat ke Istana, Sinyal Pematangan Rencana Sekolah dan Kuliah Negeri Gratis?

Menkeu Suahasil Merapat ke Istana, Sinyal Pematangan Rencana Sekolah dan Kuliah Negeri Gratis?

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:15 WIB

×