Hubungan kerabat antara Anies Baswedan dengan Novel Baswedan ternyata digunakan oleh lawan Anies membangun narasi bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kesulitan memeriksa Anies dalam kasus Formula E.
“Anda berapa kali diperiksa KPK?,” tanya Andy F Noya melansir dari youtube channel Anies, Sabtu (23/06/23).
“Saya diundang satu kali, cuma itu,” jawab Anies singkat.
Namun kata Andy bagi orang yang bersebrangan dengan Anies, mereka punya teori sendiri yang mereka percaya.
“Tapi bagi mereka yang tetap melihat anda dari perspektif negatif yang berseberangan dan mereka yang mengkritisi anda, lagi-lagi punya teorinya,” kata Andy.
“Mereka mengatakan bahwa kasus Anda, Formula E di KPK ini mandek karena disitu masih ada loyalis Novel Baswedan, penyidik KPK yang notabene adalah kerabat Anda,” tambahnya.
Jadi menurut orang-orang yang kontra inilah, kelompok loyalis Novel inilah yang menghambat pemeriksaan Anies oleh KPK.
“Kalau terkait dengan perlindungan, saya percaya perlindungan terkuat itu bukan dari partai, bukan dari kerabat, bukan dari penguasa tapi dari ketaatan kepada aturan hukum, ketaatan pada regulasi,” jelas Anies.
Ia kemudian menceritakan saat ada seseorang yang menanyakan mengenai perlindungan yang selama ini dia gunakan.
“Saya bilang dua hal ini, saya menyandar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yang kedua, menyandar kepada aturan, itu aja,” katanya.
“Karena itulah yang melindungi kita, bukan yang lain. Jadi kalau kita berada di pemerintahan maka perlindungan terkuat adalah ketaatan kepada prosedur, itulah yang membuat kita bisa terselamatkan dari urusan apapun,” jelasnya.