"Bang Ade, jangan heran karena dia adalah aktor politik identitas yg nggak punya otak. Emang jadi walikota kerjanya baca kitab suci. Nah kalau yg kalau walikota terpilihnya non muslim gimana ceritanya?" tanya @JudimanSitangg1.
"Momerinya bagus. Layak jd pemimpin. Tp pemimpin tdk hanya soal itu. Banyak kompetensi yg harus dimiliki. Jadi tidak hafal quran juga boleh memimpin asalkan dianggap berkompeten," ungkap @pranandipa.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani menilai seorang wali kota idealnya merupakan seorang penghapal kitab suci, apalagi jika ingin memimpin kota seperti Depok.
"Idealnya walkot Depok adalah seorang penghapal Qur'an minimal juz 30 agar bisa menjadi imam shalat dengan bacaan yang lumayan. Tapi kalau tidak, ya janganlah mereka yang terang-terangan melanggar syariat seperti makan babi, tidak shalat, dllnya. Ini melecehkan warga Depok," ujarnya lewat kicauan di Twtter, Jumat (23/6/2023).