Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang melakukan blusukan ke DKI Jakarta.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar menegaskan bahwa jika Ganjar Pranwoo membantu dalam menyelesaikan persoalan di DKI Jakarta, hal itu ialah sebuah intuisi.
"Kalo Ganjar berusaha bantu selesaikan masalah di Jakarta ketika dia sedang di Jakarta, itu berarti intuisi dia sebagai pekerja di kelompok masyarakat bawah sedang bekerja..," ujar Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Selasa (27/6).
Lebih lanjut, Denny Siregar pun mengatakan bahwa hal itu juga memperlihatkan bahwa kerjaan Ganjar Pranowo bukan hanya 'menempel' dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kerjaannya bukan cuman nempel Jokowi doang terus bilang dia sedang bekerja..," tandas Denny Siregar.
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo kerap mendapati keluhan dari para pedagang di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menyikapi hal tersebut, Ganjar Pranowo pun langsung menelfon orang nomor satu di DKI Jakarta yakni Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait adanya aduan dari masyarakat.
Selain dari para pedagang di pasar, Ganjar Pranowo pun mendapatkan keluhan dari warga Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Adapun terkait keluhan warga itu, Ganjar Pranowo heran karena di-bully setelah menyambungkan keluhan pedagang pasar ke pimpinan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Pernyataan ini Ganjar sampaikan setelah blusukan ke dalam gang-gang kecil dan lembab di RW 05 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2023).
Diketahui, pada Sabtu (24/6/2023), di sela-sela blusukan ke Pasar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ganjar menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi dan Sekda Pemprov DKI Joko Agus Setyo.
"Karena kemarin saya datang ke salah satu pasar saya telepon Pak (Pj) Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal, terus di-upload, kok di-bully ya?," ujar Ganjar merasa heran.