MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
Para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Dosen UMY memperingatkan Program Makan Bergizi Gratis berisiko menguntungkan tengkulak dibanding petani jika kelembagaan produsen tidak diperkuat secara serius.
  • Petani dan peternak perlu bergabung dalam koperasi atau BUMDes agar dapat melakukan kontrak pasokan langsung ke Satuan Pelayanan Gizi.
  • Pemerintah diminta konsisten menerapkan harga acuan dan memperkuat cadangan stok guna melindungi kesejahteraan produsen dari fluktuasi harga pasar.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi lebih menguntungkan pedagang perantara atau tengkulak daripada peternak maupun petani. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila penguatan kelembagaan produsen dan pembenahan rantai pasok tidak dilakukan.

Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dinda Aslam Nurul Hida, mengatakan petani dan peternak berisiko hanya menjadi pemasok bahan baku apabila akses pasar masih dikuasai jaringan pedagang perantara.

"Tanpa penguatan kelembagaan, peningkatan permintaan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berisiko lebih banyak dinikmati oleh pedagang perantara atau tengkulak, bukan petani sebagai produsen utama," tegas Dinda, Jumat (17/7/2026).

Menurut Dinda, petani dan peternak skala kecil harus didorong bergabung dalam koperasi, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Melalui kelembagaan tersebut, mereka dapat menjalin kontrak pasokan langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui skema forward contract. Hal itu dinilai dapat meningkatkan posisi tawar produsen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.

Ia menilai persoalan utama MBG bukan sekadar kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, melainkan memastikan nilai ekonomi dari belanja program benar-benar mengalir hingga ke tingkat produsen. Tanpa mekanisme tersebut, kenaikan permintaan hanya akan memperlebar margin keuntungan di sepanjang mata rantai distribusi.

Dinda turut menyoroti kebijakan harga acuan pembelian ayam hidup sebesar Rp19.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.000 per kilogram yang ditetapkan pemerintah sejak 6 Juli 2026.

"Harga acuan tersebut jangan hanya menjadi referensi moral di atas kertas saja. Aturan ini harus benar-benar dijadikan rujukan utama dalam kontrak pengadaan barang resmi," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak akan melindungi peternak apabila tidak diterapkan secara konsisten dalam kontrak pengadaan.

baca juga

"Tanpa adanya pengawasan yang konsisten, peternak mandiri akan tetap rentan menjadi korban setiap kali pasar menghadapi fase penurunan permintaan," tandasnya.

Makan Bergizi Gratis (polkam.go.id)
Makan Bergizi Gratis (polkam.go.id)

Lebih jauh, Dinda mengingatkan bahwa kenaikan harga ayam dan telur setelah MBG kembali berjalan tidak bisa dipandang sebagai dampak tunggal program tersebut.

Menurutnya, tekanan inflasi pangan dipengaruhi banyak faktor, meski MBG diakui ikut memicu peningkatan permintaan komoditas unggas.

Ia mencontohkan komoditas lain yang turut menyumbang inflasi, tetapi tidak berkaitan dengan program MBG. Salah satunya ialah harga ikan segar yang meningkat akibat naiknya biaya operasional nelayan.

Selain itu, harga komoditas impor seperti bawang putih juga mengalami kenaikan signifikan di 269 kabupaten/kota pada pekan kedua Juli 2026. Lonjakan harga bawang putih tersebut murni disebabkan kendala teknis dalam tata niaga impor nasional.

"Kita tidak bisa hanya melihat satu program sebagai penyebab tunggal. Tekanan inflasi pangan saat ini dipengaruhi oleh dinamika yang berbeda di setiap jenis komoditas," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:09 WIB

Askrindo Perluas Proteksi Pengusaha, Siap Dukung Proyek Hilirisasi

Askrindo Perluas Proteksi Pengusaha, Siap Dukung Proyek Hilirisasi

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:49 WIB

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:31 WIB

Bersama PNM, Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan

Bersama PNM, Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:00 WIB

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:55 WIB

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:23 WIB

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:57 WIB

Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut

Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:24 WIB

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:25 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?

Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×