Dokter sekaligus aktivis, Eva Sri Diana Chaniago, mengomentari potret mobil listrik membusuk di China yang dibagikan oleh warganet dengan akun @bdleonanda.
Warganet tersebut membagikan potret ribuan mobil listrik membusuk di luar ruangan di China karena kurangnya pilihan untuk mendaur ulang mobil tersebut.
Sebagian besar mobil adalah model yang tidak terjual (hampir tanpa jarak tempuh, km) dan kendaraan listrik berbagi mobil.
“Teknologi hijau mutakhir dan perjuangan melawan perubahan iklim - berapa banyak lagi kerusakan iklim yang akan ditimbulkannya?” tulis warganet tersebut.
Menanggapi hal itu, Eva mempertanyakan soal pengisian ulang energi mobil listrik apalagi kemacetan di Indonesia hampir merata.
“Aku cuma bingung kalau baterai itu mobil listrik habis, nge cas nya dimana ?? Apalagi di Indonesia dimana-mana macet, butuh baterai tahan lama,” ujar Eva, dikutip Suara Liberte dari akun @DrEvaChaniago pada Selasa (27/6/2023).
Sementara itu, Eva melihat di Eropa mobil listrik kerap ditinggal begitu saja di pinggir jalan kemungkinan untuk diisi energinya.
“Kalau di Eropa, aku lihat mobil- mobil listrik di tinggal begitu saja di pinggir jalan, untuk di cas..mungkin karena pastinya butuh waktu lama ya..” ujarnya.
Ahli yang bergelut di bidang medis ini kemudian mengungkit perihal banyaknya masyarakat Indonesia yang ternyata masih banyak yang belum memiliki jamban.
Baca Juga: Erick Thohir Perhatikan Kesejahteraan Wasit agar Tak Tergoda Mafia Bola
“Entahlah...dimana rakyat Indonesia ternyata masih sangat banyak yang tidak punya jamban. Eh tetiba semua kendaraan bahkan kompor juga diganti jadi listrik..mending listriknya gratis,” ujar Eva.
“Yang untung semua penjual serba listrik ini sama yang punya perusahaan listrik..Rakyat silahkan terima nasib,” sambungnya.