Narasi dalam video berjudul ‘SRI MULYANI SITA UANG NEGARA RATUSAN MILIAR DARI CENDANA..TOMMY SOEHARTO SYOK BERAT MELIHAT INI SEMUA’ mengarahkan penonton agar percaya bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyita uang negara dari putra presiden kedua Indonesia, Tommy Soeharto.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail Sri Mulyani menemukan tumpukan uang di sebuah rumah.
Di Depannya ada Tommy Soeharto, Presiden Jokowi hingga beberapa anggota KPK.
Disertai tulisan pada Video ‘SRI MULYANI SITA UANG NEGARA RATUSAN MILIAR DARI CENDANA..TOMMY SOEHARTO SYOK BERAT MELIHAT INI SEMUA’’.
PENJELASAN
Untuk diketahui kebenarannya, pada April 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kejutan ke publik terkait skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Lewat Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021, Jokowi membentuk Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI.
Berisikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jaksa Agung ST Burhanuddin. Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta beberapa pejabat lainnya.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban kemudian diangkat sebagai ketua Satgas.
Tugasnya adalah mengejar utang terhadap obligor dan debitur yang 22 tahun lalu menerima dana BLBI. Nilainya mencapai Rp 110 triliun.
Sayangnya, harta sitaan BLBI dari Tommy Soeharto belum laku-laku Padahal aset milik Hutomo Mandala Putra tersebut telah dilelang sebanyak 3 kali.
Sri Mulyani pun memutar otaknya untuk menjual aset milik Tommy Soeharti tersebut. Menurut dia, memang aset sitaan BLBI harusnya dijual lewat mekanisme lelang, sehingga pemerintah mendapatkan dana dari aset itu.
"Kalau kita kan maksimalkan manfaatnya ya, kalau tidak terlihat bahwa seluruh KL membutuhkan untuk recover hal Tagih dan kerugian negara yang lalu memang idealnya itu dijual dan kita dapat cash-nya," ujarnya yang dikutip, Rabu (7/6/2023).
KESIMPULAN
Video ‘‘SRI MULYANI SITA UANG NEGARA RATUSAN MILIAR DARI CENDANA..TOMMY SOEHARTO SYOK BERAT MELIHAT INI SEMUA’ yang diunggah akun youtube POLITIK NUSANTARA memiliki konten yang missleading atau menyesatkan.