Beredar video berjudul ‘RIBUAN FPI TURUN KE JALAN TUNTUT PONPES AL ZAYTUN DITUTUP PERMANEN’ yang diunggah oleh akun youtube Kabar News pada Jumat (30/06/23).
Narasi video itu mengarahkan penonton agar percaya bahwa anggota Front Pembela Islam (FPI) menggeruduk Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang dipimpin oleh Abdus Salam Panji Gumilang alias Panji Gumilang agar ditutup secara permanen.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail ribuan anggota FPI yang tampak long march seolah-olah akan mendatangi ponpes.
Video itu pun disertai tulisan ‘RIBUAN FPI TURUN KE JALAN TUNTUT PONPES AL ZAYTUN DITUTUP PERMANEN’.
PENJELASAN
Pernyataan mengenai FPI yang akan menggeruduk ponpes tampaknya tak selaras dengan Menko Polhukam Mahfud Md yang telah pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Segala aktivitas FPI pun dilarang.
Untuk diketahui, FPI sejak 21 Juni 2019 secara resmi telah bubar sebagai ormas. Tetapi sebagai organisasi FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum.
Untuk diketahui, kini pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD tengah menyelidiki dugaan penyimpangan ajaran dalam Ponpes ini.
Dalam keterangan terbarunya, Mahfud tidak pernah mengatakan bahwa penyelidikan telah melibatkan FPI atau membuat FPI mendatangi ponpes.
Ditelusuri dari Google Image, thumbnail yang melihatkan ribuan anggota FPI tersebut berasal dari berita aslinya berjudul ‘Massa PA 212 Geruduk DPR, Minta RUU HIP Dicabut’ yang diunggah oleh JPNN pada Rabu, 24 Juni 2020.
Ini memberitakan soal ribuan massa dari organisasi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak-NKRI) menggeruduk Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan Jakarta.
Aksi itu mengusung tema selamatkan NKRI dan Pancasila dari komunisme dan tidak ada hubungannya dengan Al Zaytun atau Panji.
KESIMPULAN
Video ‘RIBUAN FPI TURUN KE JALAN TUNTUT PONPES AL ZAYTUN DITUTUP PERMANEN’ yang diunggah akun youtube Kabar News memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.