Bakal Calon Presiden Partai NasDem, Anies Baswedan buka suara terkait dengan anggapan dirinya telah menelantarkan sejumlah proyek dari Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di DKI Jakarta.
Dirinya dengan tegas membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa ia tak pernah membiarkan karya pendahulunya terlantar begitu saja, contohnya adalah Sodetan Ciliwung.
Anies mengaku proyek tersebut telah dijalankannya sesuai amanah, tidak ada namanya proyek tersebut mandeg dalam era pemerintahannya. Justru ialah yang membuat proyek itu kembali berjalan di 2017.
"Jadi Sodetan Ciliwung itu mandek bertahun-tahun, proyek itu enggak ada statusnya. Berhenti," ujarnya dalam Youtubenya, dikutip Senin (03/07/2023).
Ia menuturkan ketika dirinya akan kembali menggerakkan program tersebut, masyarakat sempat marah karena tak adanya solusi dalam sengketa tanah yang mewarnai proyek itu.
Namun Anies teguh ingin menjalankan amanah, ia pergi bersama satu rekannya tanpa adanya aparat keamanan guna menemui warga sekitar Kampung Bidara Cina. Ia mengatakan disambut dengan amarah dari masyarakat seperti era pemerintahan sebelumnya, namun untungnya mereka mau berdiskusi dengan Anies.
"Marah semua warga itu pada pemerintah. Terus saya bilang saya ke sini mau bicara solusi," ungkap mantan gubernur dari DKI Jakarta.
Keberaniannya membuahkan hasil, Anies bersyukur dirinya tak mengalami pengalaman dari pejabat negara yang sebelumnya coba menyelesaikan sengketa ini. Menurutnya, mereka disambut oleh warga dengan senjata tajam.
Anies mengatakan ketika ia selesai menjabat, Sodetan Ciliwung akhirnya bisa berjalan setidaknya setengah dari penyelesaian proyek tersebut hingga akhirnya diselesaikan oleh Heru Budi Hartono.
Sebelumnya, Sodetan Ciliwung menjadi titik kontroversi karena dianggap tak dijalankan oleh Anies Baswedan. Banyak yang berpendapat bahwa proyek tersebut kembali jalan karena tangan dari Heru Budi Hartono.
Terbaru, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan, proyek Sodetan Ciliwung yang dibuat untuk mengurangi luas wilayah terendam banjir masih terus berjalan.
Hingga kini, proyek yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo itu disebut tidak ada masalah dalam pengerjaannya.
"Masih jalan (proyek pembuatannya), kemarin saya monitor ke sana masih jalan," ujar Anwar saat berada di Bali Kota DKI Jakarta, Senin (19/6/2023).