Pendukung Anies Baswedan Terang-terangan Sebut Politik Identitas Itu Tak Salah Selama 2 Hal Ini Tak Digunakan

Suara Liberte

Selasa, 04 Juli 2023 | 13:55 WIB
Pendukung Anies Baswedan Terang-terangan Sebut Politik Identitas Itu Tak Salah Selama 2 Hal Ini Tak Digunakan
Pendukung Anies Baswedan Terang-terangan Sebut Politik Identitas Itu Tak Salah Selama 2 Hal Ini Tak Digunakan (/YouTube)

Pengamat politik Hendri Satrio mengungkapkan dengan tegas bahwa politik identitas itu tidak ada salahnya dan masih menjadi wajar.

Adapun diketahui bahwa bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan kerap disebut-sebut melakukan politik identitas.

Hal tersebut diungkapkan Hendri Satrio dalam tayangan YouTube Refly Harun. Dalam tayangan tersebut, Hendri Satrio atau disapa Hensat itu menyebut bahwa politik idenitas itu menjadi keniscayaan di Indonesia.

Ia juga mengatakan wajar jika capres mengejar suara umat muslim.

"Politik identitas. Indonesia ini kan niscayaan politik identitas, sebagian besar pemilik suara ini adalah ummat muslim, maka wajar kalau capres, parpol, semuanya ngejar suara umat muslim," ungkap Hensat dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Refly Harun, Selasa (4/7).

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) itu menuturkan cara mendapat suara dari umat muslim itu mulai dari seperti berpakaian yang sama.

"Caranya gimana, mereka berpakaian seperti umat muslim, berlagu berlaga seperti umat muslim supaya apa, supaya dapat," ujarnya.

Hensat juga menyebut bahwa terkait politik itu tidak salah. Ia bahkan membandingkan dengan sebuah partai yang memiliki logo dengan gambar Ka'bah. Hal tersebut menurutnya, menunjukkan pula politik identitas.

baca juga

"Salah enggak, ya gak salah. Kalau dibilang salah, tunjuk partai yang namanya PPP kurang politik identitas apa dia, dia pasang Ka'bah di logo dia," ucapnya.

Hensat juga mencontohkan politik identitas dari pernyataan Hary Tanoesoedibjo yang menyebut masyarakat Tionghoa akan mendukung Calon Presiden (Capres) pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kemarin kan Pak Hary Tanu tuh ngomong,  Tionghoa tegak lurus, beberapa kawan Tionghoa ngomel juga, terus ada beberapa wartawan nanya 'Bang itu rasis bukan', saya bilang bukan, itu adalah contoh politik identitas," ungkap Hensat.

Adapun Hensat menjelaskan soal politik identitas itu tidak salah asalkan tidak menggunakan reward dan punishment.

"Politik identitas itu tidak salah selama tidak menggunakan reward dan punishment. Maksudnya gini, kalau pilih Mang Iwan, masuk surga, pilih nggak pilih bang Iwan masuk neraka, itu reward punishment. Itu jangan tuh. Tapi kalau dipake gitu aja ya gapapa," paparnya.

Hensat juga mengungkapkan soal politik identitas yang menurutnya tidak boleh.

"Orang bahasanya masih Jawa pilih Jawa, Sunda pilih Sunda, tapi jangan begini, kalau Anda Jawa, Anda nggak pilih Jawa, saya keluarkan dari keluarga, ya jangan begitu. Itu yang nggak boleh menurut saya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jumpa Ganjar dan Anies di Arab Saudi, Persepsi Masyarakat Bilang Kebersamaan Palsu

Jumpa Ganjar dan Anies di Arab Saudi, Persepsi Masyarakat Bilang Kebersamaan Palsu

Liberte | Selasa, 04 Juli 2023 | 13:40 WIB

CEK FAKTA: Berkat Doa Raja Salman, Anies Baswedan Banjir Dukungan dari 33 Provinsi di Indonesia

CEK FAKTA: Berkat Doa Raja Salman, Anies Baswedan Banjir Dukungan dari 33 Provinsi di Indonesia

Liberte | Selasa, 04 Juli 2023 | 13:33 WIB

Anies Baswedan Dipastikan Bikin Ketar-ketir Oligarki, Syaratnya Harus Gandeng Sosok Ini

Anies Baswedan Dipastikan Bikin Ketar-ketir Oligarki, Syaratnya Harus Gandeng Sosok Ini

Liberte | Selasa, 04 Juli 2023 | 13:20 WIB

Terkini

Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar

Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna

Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:56 WIB

Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik

Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi

Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?

Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta

Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:20 WIB

DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades

DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...

Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:11 WIB

DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga

DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:02 WIB

×