Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti Direktur PT Toba Sejahtera, Hedi Melisa yang membenarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan merupakan pemilik saham dari perusahaan tempatnya bekerja saat ini.
Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto menegaskan bahwa Luhut memang lah seorang bos besar.
Gigin Praginanto juga menyebutkan bahwa Luhut mampu membeli apapun.
"Dia memang bos besar sehingga bisa membeli apa saja apalagi di negara yang penegakan hukumnya sarat dengan korupsi.
dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @giginpraginanto, Rabu (5/7).
Lebih lanjut, Gigin Praginanto pun tak heran jikalau peradilan tampak dibaratkan petinju kelas super berat versus kelas ringan yang tangannya diikat borgol.
"Jadi tak mengherankan kalau peradilan ini ibarat petinju kelas super berat versus kelas ringan yang tangannya diikat borgol," tandasnya.
Sementara itu, terkait kepemilikan saham PT Toba Sejahtera, Direktur PT Toba Sejahtera, Hedi Melisa mengungkap bahwa Luhut Binsar merupakan pemilik sahamnya saat ia ditanya sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 3 Juli 2023.
"Dapat saudara jelaskan siapa pemilik saham PT Toba Sejahtera?" tanya Jaksa lagi. "Berdasarkan akta saat ini, pemegang sahamnya adalah Bapak Luhut Pandjaitan sebagai majority share holders dan Bapak David Pandjaitan sebagai minority share holders," jelas Hedi.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sudah mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Toba Sejahtra setelah menjabat menteri di kabinet Presiden Jokowi. Ia mengklaim tak pernah mengurusi perusahaan sejak menjadi pembantu Presiden di kabinet pemerintahan.
Luhut menyampaikan demikian saat bersaksi untuk kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidyanti terhadapnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), Kamis, 8 Juni 2023.
"Sebenarnya apa yang disampaikan oleh penanya tadi, itu kemudian berlanjut tahun 2017-2018, setahu saya ibu Nana (CEO Toba Sejahtra) itu sudah memberikan surat resmi mengenai itu bahwa kami sudah tidak terlibat lagi disitu (di PT Toba Sejahtra)," kata Luhut di persidangan.
"Sejak di pemerintahan, saya mengundurkan diri dari semua kegiatan perusahaan dan saya serahkan sepenuhnya kepada CEO-nya," lanjut Luhut.
Luhut menerangkan selama ini perusahaannnya dipimpin seorang CEO bernama Nana Naiborhu. Ia menegaskan sudah mempercayakan semua urusan perusahaan kepada Nana. Ia mengaku tak ikut campur soal PT Toba Sejahtra.
"Saya tidak pernah tanya, karena saya percaya kepada Ibu Nana sebagai CEO yang profesional. Dan, Dia yang membuat perusahaan saya sampai hari ini sangat kredibel," kata Luhut.