Hal tersebut ditanggapi Rocky Gerung melalui tayangan YouTube pribadi miliknya. Dalam tayangannya, Rocky Gerung menilai adanya upaya untuk memotong suatu kasus yang menjerat pejabat namun tidak bisa karena tersambung lagi oleh opini publik.
"Kita tau pola ini, kan. Ada bagian yang mau disembunyikan. Ada bagian yang mau dipotong tapi tersambung lagi oleh opini publik," ungkap Rocky Gerung, dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube pribadi miliknya, Kamis (6/7).
Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai karena proyek BTS tersebut adalah proyek bancakan, bisa dipastikan semua pihak kena seperti anggota DPR, partai politik, hingga penegak hukum.
"Poinnya dari awal kita tau apa yang sebetulnya terjadi. Ini kan proyek bancakan, itu satu hal. Pasti semua pihak kena tuh," ujar Rocky Gerung.
Kemudian, Rocky Gerung juga menyinggung perihal pola tindakan korupsi di mana semakin lebar dimensinya maka semakin sulit dikendalikan.
"Sekarang buat nutupin bancakan itu, pakai makelar kasus. Makelar kasus musti kemana-mana juga kan. Jadi dengan mudah pola itu kita baca," imbuhnya.
Sementara itu, Pengacara Direktur PT Solitech Media Synergi Irwan Hermawan, Maqdir Ismail mengatakan ada seseorang yang hari ini mengembalikan uang sebanyak Rp27 miliar kepada kliennya.
Baca Juga: Rendy Kjaernett Gencar Pamer Kedekatan dengan Anak Malah Panen Cibiran: Cara Nyari Simpati Orang