Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok

Dicky Prastya

Senin, 16 Februari 2026 | 17:46 WIB
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berambisi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga enam persen, melampaui target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
  • Tujuan Menkeu menaikkan target adalah agar masyarakat dapat berbisnis dengan baik dan meningkatkan pendapatan secara keseluruhan.
  • Purbaya berupaya mematahkan reputasi Moody's setelah lembaga tersebut menurunkan outlook peringkat ekonomi Indonesia menjadi negatif.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berambisi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen. Angka ini lebih tinggi dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang mencanangkan 5,4 persen.

Menkeu Purbaya beralasan kalau upaya ini dilakukan agar semua warga bisa berbisnis dengan baik dan berpengaruh pada pendapatan.

"Jadi walaupun di APBN pertumbuhannya ditargetkan 5,4 persen, kalau saya pribadi akan saya coba dorong terus ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Tujuannya supaya anda semua, kita semua, bisa berbisnis dengan baik, income-nya naik semua," kata Purbaya di acara Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Senin (16/2/2026).

Bendahara Negara bahkan berani untuk mematahkan reputasi lembaga pemeringkat Moody's yang sebelumnya menurunkan rating ekonomi Indonesia. Ia berpendapat kalau itu mesti dilakukan agar semua orang sejahtera.

"Dan yang paling penting saya ingin mematahkan Moody's. Saya ingin membuat reputasi Moody's jeblok dengan mengeluarkan angka yang salah, yang terlalu dini. Tapi itu bagus, kan membuat kita jadi sejahtera," lanjutnya.

Sebelumnya lembaga pemeringkat Moody’s pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Ini merupakan pukulan terbaru untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setelah pekan lalu MSCI Inc membekukan indeks pasar modal dan menyebabkan IHSG ambruk.

Moody's dalam keterangannya mengatakan outlook peringkat Indonesia kini negatif, meski masih dipertahankan di level layak investasi Baa2, karena melihatnya adanya tanda-tanda pelemahan tata kelola serta semakin berkurangnya efektivitas kebijakan.

“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit diprediksi, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tegas keterangan Moody’s.

"Jika terus berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang sudah lama dibangun, yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat serta stabilitas makro ekonomi, fiskal, dan keuangan," ungkap Moody’s.

baca juga

Moody's mengatakan pihaknya akan menurunkan rating Indonesia jika kebijakan fiskal Indonesia semakin ekspansif tanpa diiringi reformasi pendapatan, keluarnya modal asing dalam jumlah besar atau adanya pelemahan perusahaan-perusahaan BUMN.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat Baa2, peringkat kedua terendah dalam kategori layak investasi (investment grade).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998

Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 17:05 WIB

Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!

Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 16:41 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan

Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 16:03 WIB

Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut

Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 15:13 WIB

Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat

Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 14:41 WIB

Autentisitas dan Anti-Mainstream sebagai Mata Uang di Ekonomi Platform

Autentisitas dan Anti-Mainstream sebagai Mata Uang di Ekonomi Platform

Your Say | Senin, 16 Februari 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×