"Padahal mereka ini, poros perubahan selalu ingin mem-profiling dirinya adalah poros yang nggak begitu. Bersih. Anti korupsi," tuturnya.
Karena hal itu, dengan adanya kasus proyek pengadaan BTS 4G, profiling tersebut tidak bisa disematkan kepada poros perubahan.
Hal tersebut, dari penilaian Adi Prayitno, berdampak pada dua anggota koalisi lainnya yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebagai contoh, Partai Demokrat yang trauma karena salah satu kadernya melakukan tindak pidana korupsi.
"Sepertinya Demokrat agak sedikit trauma. Demokrat itu gara-gara kasus korupsi kadernya, itu kan terjun bebas. Dari yang semula 21 persen jadi 10 persen di Pemilu 2014 itu," imbuhnya.