Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti soal koalisi pengusung Anies Baswedan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yakni Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Hal tersebut disoroti Adi Prayitno dalam tayangan YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia. Dalam tayangan tersebut, Adi Prayitno menyinggung Sekjen partai salah satu anggota Koalisi Perubahan yang terlibat dalam tindak pidana korupsi dengan nilai paling besar.
Adapun sosok tersebut yakni Menteri Komunikasi dan Informatika yang sekaligus Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate. Saat ini, elite NasDem tersebut diduga terlibat dalam kasus proyek pengadaan BTS 4G.
"Agak sulit membangun narasi perubahan. Bagaimana mau berubah? Sekjen partai yang ada di poros perubahan itu korupsinya paling besar," ujar Adi Prayitno dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Jumat (7/7).
Adi Prayitno mengherankan hal tersebut. Pasalnya, poros Koalisi Perubahan selalu menggambarkan diri mereka sebagai partai yang bersih dan bebas dari tindakan-tindakan yang berlawanan dengan hukum.
"Padahal mereka ini, poros perubahan selalu ingin mem-profiling dirinya adalah poros yang nggak begitu. Bersih. Anti korupsi," tuturnya.
Karena hal itu, dengan adanya kasus proyek pengadaan BTS 4G, profiling tersebut tidak bisa disematkan kepada poros perubahan.
Hal tersebut, dari penilaian Adi Prayitno, berdampak pada dua anggota koalisi lainnya yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebagai contoh, Partai Demokrat yang trauma karena salah satu kadernya melakukan tindak pidana korupsi.
"Sepertinya Demokrat agak sedikit trauma. Demokrat itu gara-gara kasus korupsi kadernya, itu kan terjun bebas. Dari yang semula 21 persen jadi 10 persen di Pemilu 2014 itu," imbuhnya.