Ngabalin Heran Panji Gumilang Disudutkan, Kader PKB: di Tengah Kecaman Publik, Masih Aja Ada yang Belain

Suara Liberte

Jum'at, 07 Juli 2023 | 13:40 WIB
Ngabalin Heran Panji Gumilang Disudutkan, Kader PKB: di Tengah Kecaman Publik, Masih Aja Ada yang Belain
Ngabalin Heran Panji Gumilang Disudutkan, Kader PKB: di Tengah Kecaman Publik, Masih Aja Ada yang Belain (Suara.com)

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan menyoroti Ketua Umum PP Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia (Bakomubin) Ali Mochtar Ngabalin yang mengatakan keponakannya sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Zaytun.

Karena hal itu, Ali Mochtar menyebut bhawa ponpes yang dipimpin Panji Gumilang itu merupakan pesantren maju dan hebat.

Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan heran masih saja ada yang membela Panji Gumilang.

"Ditengah kecaman publik ke Panji Gumilang masih ada orang yang belain dia kayak dia ini sudah biasa dinegara ini," ujar Umar Hasibuan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Umar_Hasibuan__, Jumat (7/7).

Sementara itu, Ngabalin mengungkapkan bahwa keponakannya yang sekolah di Al Zaytun tumbuh menjadi anak yang shaleh dan baik-baik saja.

"Anak abang saya itu sekolahnya di Al-Zaytun, baik-baik saja. Dia menjadi anak yang saleh, anak yang baik-baik saja. Waktu bapaknya, kakakku, waktu tanya dia kasih sekolah anak pesantren, dia bilang 'saya kasih masuk ke Al-Zaytun', 'oh ya, nanti saya yang antarkan, nanti saya kasih sekolah ke Al-Zaytun'" tutur Ngabalin dilansir dari Detik.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden itu menyebut Al-Zaytun bukan pesantren yang baru saja berdiri. Menurut dia, pesantren itu sudah berdiri puluhan tahun.

"Karena pesantren hebat, pesantren luar biasa, pesantren terbesar, maju di Asia Tenggara, kenapa bisa begitu? Karena tokoh ulama besar profesor, doktor, Tuan Syekh Panji Gumilang. Itu kan bukan pesantren yang sehari-dua hari dibangun, pesantren yang sudah berpuluh-puluh tahun," kata dia.

baca juga

"Tidak mungkin muridnya yang ratusan ribu begitu kalau orang tua santri itu tidak mempercayakan Panji Gumilang dan Al-Zaytun, karena percaya orang seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua. Kan kakakku di Papua, di Fakfak," imbuhnya.

Ngabalin kemudian mempertanyakan kenapa Al-Zaytun disorot menjelang adanya pemilu. Ngabalin pun heran setiap akan pemilu Panji Gumilang diganggu.

"Kenapa tiba-tiba Al-Zaytun setiap 5 tahun itu kok seperti agenda lima tahunan, setiap mau pemilu pasti Al-Zaytun dan Panji Gumilang itu diganggu. Kenapa orang begitu sangat zalim memberikan penilaian yang begitu sangat hina terhadap Panji Gumilang dan Al-Zaytun, rendah sekali moral manusia-manusia yang tidak punya peradaban sampai menuduh orang boleh berzina di situ ditebus dengan 2 juta, macam-macam," jelasnya.

Ngabalin lantas menyinggung soal era post-truth. Ngabalin pun heran Al-Zaytun dan Panji Gumilang disudutkan.

"Kan semua orang tahu, masa post-truth itu kan era di mana orang banyak berbohong dia menyamar menjadi suatu kebenaran, era post-truth itu begitu. Jadi caranya memainkan emosi dan perasaan orang. Jadi kalau berulang-ulang mereka berbohong menceritakan tentang Al-Zaytun dan Panji Gumilang, itu bisa menjadi kebenaran, itu era post-truth namanya," kata Ngabalin.

"Jadi setiap orang bicara tentang Al-Zaytun dan Panji Gumilang pasti menyudutkan, pasti menyudutkan. Padahal itu pesantren lho, lembaga pendidikan dakwah," lanjutnya.

Menurut Ngabalin, Panji Gumilang telah memberikan klarifikasi. Dia meminta agar Al-Zaytun tidak difitnah.

"Semua mendapatkan klarifikasi secara rasional, secara syar'i dari Panji Gumilang. Kok kenapa orang kayak begitu, ada apa sih? Apakah Al-Zaytun memiliki kekuatan politik yang sehingga setiap fase 5 tahunan itu selalu difitnah kayak begitu. Jangan dong," tutur dia.

Bareskrim Polri diketahui tengah mengusut Al-Zaytun karena diduga ada unsur pidana. Mengenai hal ini, Ngabalin menyerahkan sepenuhnya kepada Polri.

"Ya, kalau sekarang kan nanti polisi gimana cara kerjanya. Dari dulu selalu saya percaya bahwa polisi itu selalu bekerja sangat profesional," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli KSP yang Bela Panji Gumilang dan Al Zaytun

Profil Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli KSP yang Bela Panji Gumilang dan Al Zaytun

News | Jum'at, 07 Juli 2023 | 12:14 WIB

5 Fakta Masjid di Ponpes Al Zaytun: Diklaim Punya Menara Tertinggi Ketiga di Dunia

5 Fakta Masjid di Ponpes Al Zaytun: Diklaim Punya Menara Tertinggi Ketiga di Dunia

News | Jum'at, 07 Juli 2023 | 10:28 WIB

CEK FAKTA: Bobrok Panji Gumilang Terbongkar, Mahfud MD Temukan Transaksi Jual Beli Santri di Al Zaytun

CEK FAKTA: Bobrok Panji Gumilang Terbongkar, Mahfud MD Temukan Transaksi Jual Beli Santri di Al Zaytun

Liberte | Jum'at, 07 Juli 2023 | 09:08 WIB

Terkini

ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika

ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika

News | Senin, 22 Juni 2026 | 12:56 WIB

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Opini | Senin, 22 Juni 2026 | 12:55 WIB

Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli

Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional

Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 12:52 WIB

Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan

Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 12:51 WIB

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 12:47 WIB

Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC

Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 12:44 WIB

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB

Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta

Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 12:32 WIB