Kritikus Faizal Assegaf menyoroti soal polemik Jakarta International Stadium (JIS) lantaran dinilai tak berstandar FIFA hingga tak layak jadi venue Piala Dunia U-17.
Hal tersebut ditanggapi Faizal Assegaf dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Faizal Assegaf menyodorkan pernyataan mantan Gubernur Anies Baswedan.
Adapun pernyataan itu ditegaskan Anies dalam wawancara bersama Jurnalis senior Karni Ilyas. Anies menegaskan perihal kemerdekaan yang harus dirasakan rakyat salah satunya soal tanah.
Anies menegaskan hal itu seraya menjabat alasannya saat memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada warga Tanah Merah Plumpang.
"Salah satunya, Anies menegaskan: Apa gunanya merdeka bila rakyat tak punya tanah sendiri. Suara moral itu memotret realitas sumber daya alam dan kehidupan bangsa Indonesia," ujar Faizal Assegaf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @faizalassegaf, Sabtu (8/7).
Faizal Assegaf pun menilai bahwa hak kehidupan rakyat atas tanah semakin hari semakin tersingkir dan berbagai potensi tanah di perkotaan hingga kekayaan alam menjadi lapak dalam segelintir orang.
Karena begitu, ia pun tak memungkiri bahwa masalah itu jadi krusial yang terjadi sejak Indonesia merdeka dan sangat disayangkan negara tidak hadir memberikan solusi.
"Masalah krusial itu terjadi sejak Indonesia merdeka. Negara tidak hadir memberi solusi yang serius, bahkan sebaliknya bertindak sebagai makelar demi melayani kepentingan oligarki," tuturnya.
Lebih lanjut, Faizal Assegaf menyebut celakanya bahwa rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini justru asyik meributkan perihal rumput JIS yang dinilai tak sesuai dengan standar FIFA.
"Celakanya, rezim Jokowi justru asyik ributkan rumput di JIS. Hampir seluruh menterinya super sibuk dan buat heboh seantero negeri. Sementara rakyat diposisikan termarginal atas hak tanah dan sumber kekayaan alam," ungkapnya.
Selain itu, Faizal Assegaf juga mengatakan bahwa rumput JIS yang diributkan oleh rezim Jokowi itu mengalihkan perhatian rakyat serta menggambarkan perilaku dusta dan korupsi.
"Cerita tentang rumput JIS yang diributkan rezim Jokowi selain mengalihkan perhatian rakyat, sekaligus gambaran perilaku dusta dan korup dalam bernegara. Stop menipu rakyat!," tandasnya.
Sementara itu, JIS belakangan menuai polemik usai diwacanakan akan dijadikan sebagai venue Piala Dunia U-17 2023 karena JIS dianggap belum memenuhi standar FIFA.
Untuk diketahui, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau sejumlah fasilitas di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Selasa (4/7/2023).
Hal tersebut guna melihat kesiapan dan standardisasi stadion untuk berbagai perhelatan yang akan digelar, termasuk Piala Dunia U-17.
Berdasarkan tinjauan, ditemukan sejumlah catatan penting dan evaluasi yang akan segera ditindaklanjuti, salah satunya terkait akses dari dan menuju JIS. Tak hanya itu, rumput JIS pun dinilai tak sesuai dengan standar FIFA.
Terkait polemik JIS bahkan dianggap memuat unsur politis, Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya hanya ingin memastikan bahwa JIS memenuhi standar sebagai venue Piala Dunia U-17 2023, tidak ada niat lainnya.
"Nah, nawaitu, niat baik ini yang kita ingin memastikan JIS ini bisa menjadi bagian kualifikasi (venue Piala Dunia U-17)," jelas Erick di Jakarta pada Rabu (5/7/2023), dilansir dari detikNews.
"Ini bukan salah-salahan. Kita mau supaya ini lolos, termasuk stadion-stadion yang ada nanti di Jawa Barat, di Surabaya," tutupnya.